Dukung Petani Milenial, DTPH Jawa Barat Siapkan Lahan 40 Hektare
Jum'at, 26 Maret 2021 - 16:19 WIB
Kepala DTPH Jawa Barat, Dadan Hidayat menjelaskan, lahan yang terletak di Cikadu, Kabupaten Cianjur itu akan digunakan pertanian hortikultura salah satunya ubi jalar.
Saat ini, menurutnya lahan seluas itupun merupakan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sudah siap digunakan. Tidak hanya itu, untuk pertanian ubi jalar pihaknya sudah menyiapkan hingga ke proses pendistribusian di tingkat hilir.
Menurut Dadan, ubi yang ditanam sudah memiliki pasar yakni domestik lebih dari 30%, eskpor 30, dan olahan 40%. Menurut dia, pihaknya sudah memiliki mitra yang mampu memproduksi 16 jenis olahan berbahan ubi jalar.
Untuk mengolah lahan tersebut, saat ini sudah ada yang mendaftar 951 dari target 5.000 petani milenial pada tahap pertama. Hingga saat ini proses seleksi masih berlangsung. "Nanti 10 April hasilnya akan dipublish," kata Dadan.
Disinggung berapa potensi yang akan dihasilkan, Dadan menyebut untuk 12 meter lahan pertanian ubi jalar di Lembang yang di bawah binaannya ini mampu menghasilkan Rp16 juta per panen. "Kami menyiapkan komoditas pertanian yang memiliki peluang pasar yang mampu menyejahterakan petani. Memberikan rejeki kota," katanya.
Saat ini, menurutnya lahan seluas itupun merupakan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sudah siap digunakan. Tidak hanya itu, untuk pertanian ubi jalar pihaknya sudah menyiapkan hingga ke proses pendistribusian di tingkat hilir.
Menurut Dadan, ubi yang ditanam sudah memiliki pasar yakni domestik lebih dari 30%, eskpor 30, dan olahan 40%. Menurut dia, pihaknya sudah memiliki mitra yang mampu memproduksi 16 jenis olahan berbahan ubi jalar.
Untuk mengolah lahan tersebut, saat ini sudah ada yang mendaftar 951 dari target 5.000 petani milenial pada tahap pertama. Hingga saat ini proses seleksi masih berlangsung. "Nanti 10 April hasilnya akan dipublish," kata Dadan.
Disinggung berapa potensi yang akan dihasilkan, Dadan menyebut untuk 12 meter lahan pertanian ubi jalar di Lembang yang di bawah binaannya ini mampu menghasilkan Rp16 juta per panen. "Kami menyiapkan komoditas pertanian yang memiliki peluang pasar yang mampu menyejahterakan petani. Memberikan rejeki kota," katanya.
Lihat Juga :