Rayakan Hari Teater Dunia, Seniman Indonesia Bakal Gelar Kenduri di Surabaya
Senin, 15 Maret 2021 - 03:27 WIB
Pementasan Sanggar Anak Merdeka Indonesia beberapa waktu lalu. Foto/SINDONews/Ali Masduki
SURABAYA - Puluhan seniman kondang Indonesia bakal menggelar barik-an atau kenduri di Surabaya pada 27-28 Maret 2021. Kegiatan akbar yang diselenggarakan oleh Sanggar Anak Merdeka Indonesia tersebut merupakan salah satu upaya merawat tradisi dan khazanah kebangsaan menyambut Hari Teater Dunia (Hatedu) 2021.
Salah satu penggagas acara, Meimura, menjelaskan barik-an adalah tradisi kenduri Mauludan di Surabaya di masa lalu yang sudah punah. Di mana masing-masing pesertanya membawa makanan sendiri yang disajikan dalam cobek atau tampah. Para peserta barikan akan saling tukar makanan dan makan bersama ditempat dan jika ada kelebihan makanan maka dibawa pulang kerumah masing-masing.
Baca juga: Munculnya Macan Putih di Makam Raja Singasari Candi Mleri Blitar Menggemparkan
"Dalam konteks pendekatan barik-an itu, Hari Teater Dunia dirayakan dikemas dalam tajuk On Stage Festival dengan tema ritus pandemi. Hal ini bertujuan untuk saling berbagi pemikiran dan karya, setelah setahun para seniman juga dilanda pagebluk. Ini juga sebagai penyemangat, tanda, bangkitnya kembali seniman Surabaya, Jatim dan Indonesia pada umumnya," terangnya, Minggu (14/3/2021).
Salah satu penggagas acara, Meimura, menjelaskan barik-an adalah tradisi kenduri Mauludan di Surabaya di masa lalu yang sudah punah. Di mana masing-masing pesertanya membawa makanan sendiri yang disajikan dalam cobek atau tampah. Para peserta barikan akan saling tukar makanan dan makan bersama ditempat dan jika ada kelebihan makanan maka dibawa pulang kerumah masing-masing.
Baca juga: Munculnya Macan Putih di Makam Raja Singasari Candi Mleri Blitar Menggemparkan
"Dalam konteks pendekatan barik-an itu, Hari Teater Dunia dirayakan dikemas dalam tajuk On Stage Festival dengan tema ritus pandemi. Hal ini bertujuan untuk saling berbagi pemikiran dan karya, setelah setahun para seniman juga dilanda pagebluk. Ini juga sebagai penyemangat, tanda, bangkitnya kembali seniman Surabaya, Jatim dan Indonesia pada umumnya," terangnya, Minggu (14/3/2021).
Lihat Juga :