Hutan Mangrove Diserang Ulat Bulu, Peneliti: Kepompongnya Berkualitas Tinggi untuk Sutera

Minggu, 14 Maret 2021 - 09:35 WIB
Baca juga: Viral Jalan Rumah Warga Pemalang Ditutup Bangunan, Warga: Kami Salah Paham

Budi yang juga staf lapangan Bagian Hama dan Penyakit Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Demak, menduga serangan ulat pemakan daun mangrove jenis brayo, sudah menjadi siklus satu tahunan.

Serangan ulat dimulai pada bulan Desember, yakni dimulai adanya migrasi ratusan ribu hingga jutaan kupu-kupu atau kaper yang datang di kawasan hutan mangrove di pesisir pantai utara, dan di bulan Desember-Januari kupu-kupu pun mulai meletakan telur.



"Selanjutnya dipertengahan Februari sampai Maret, menjadi penetasan telur hingga banyak bermunculan ulat yang menyerang tanaman mangrove jenis brayo. Ulat brayo ini hanya memakan daun mangrove jenis brayo, karena unsur N pada daun brayo yang disukai para ulat. Ulat brayo tidak mau makan daun mengrove jenis lain, kondisi ini dapat terlihat di hutan mangrove, hanya tanaman brayo yang terlihat kering, namun mangrove lain tetap hijau," terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!