Heroiknya Tole Iskandar dan Kelompok 21 Usir Penjajah dari Depok
Sabtu, 13 Maret 2021 - 06:30 WIB
Saat itu, senjata yang dimiliki Barisan Keamanan ini hanya empat pucuk carabine Jepang. Itu pun hasil rampasan dari polisi Jepang yang bertugas di Depok. Kolonel Samuan, salah satu tim penyusun sejarah perjuangan di Bogor, ke-21 orang ini diberi nama Kelompok 21.
Pada 15 Oktober 1945 di Bogor dibentuk BKR resimen II membawahi empat batalion, yaitu Batalion I Depok, Batalion II Leuwiliang, Batalion III Cileungsi, serta Batalion IV Kota Bogor.
Baca juga: Riwayat Tigaraksa Kabupaten Tangerang, Mengenang 3 Aria Utusan Kesultanan Banten Melawan Belanda
Laskar Rakyat Depok (kelompok 21) yang dipimpin Tole Iskandar langsung meleburkan diri ke dalam Batalion I Depok. Setelah batalion masuk di Depok, berpuluh-puluh pemuda Islam setempat mendaftarkan diri menjadi TKR. Mereka berkali-kali menyerang pasukan Inggris di Pasar Minggu dan markas mereka di pabrik sepatu Bata, Jalan Kalibata Raya.
Saat terjadi pertempuran dengan tentara Belanda di perkebunan Cikasintu, Sukabumi, Tole Iskandar gugur pada 1947 setelah sebelumnya melakukan penyerbuan di Bojonggede melawan pasukan Gurkha di Citayam dan Pabuaran. Begitu hebatnya perjuangan Tole Iskandar hingga ketika dia gugur merupakan pukulan berat bagi rekan-rekannya yang bertahun-tahun berjuang bersama.
Makam Tole Iskandar. Foto: tamantoleiskandar.wordpress.com
Saat gugur pangkatnya Letnan Dua. Makam Tole Iskandar berada di Taman Makam Pahlawan Dreded, Kota Bogor setelah dipindahkan dari Sukabumi. Saat gugur Tole Iskandar berusia 25 tahun. Namanya kini diabadikan sebagai nama jalan di Kota Depok.
Pada 15 Oktober 1945 di Bogor dibentuk BKR resimen II membawahi empat batalion, yaitu Batalion I Depok, Batalion II Leuwiliang, Batalion III Cileungsi, serta Batalion IV Kota Bogor.
Baca juga: Riwayat Tigaraksa Kabupaten Tangerang, Mengenang 3 Aria Utusan Kesultanan Banten Melawan Belanda
Laskar Rakyat Depok (kelompok 21) yang dipimpin Tole Iskandar langsung meleburkan diri ke dalam Batalion I Depok. Setelah batalion masuk di Depok, berpuluh-puluh pemuda Islam setempat mendaftarkan diri menjadi TKR. Mereka berkali-kali menyerang pasukan Inggris di Pasar Minggu dan markas mereka di pabrik sepatu Bata, Jalan Kalibata Raya.
Saat terjadi pertempuran dengan tentara Belanda di perkebunan Cikasintu, Sukabumi, Tole Iskandar gugur pada 1947 setelah sebelumnya melakukan penyerbuan di Bojonggede melawan pasukan Gurkha di Citayam dan Pabuaran. Begitu hebatnya perjuangan Tole Iskandar hingga ketika dia gugur merupakan pukulan berat bagi rekan-rekannya yang bertahun-tahun berjuang bersama.
Makam Tole Iskandar. Foto: tamantoleiskandar.wordpress.com
Saat gugur pangkatnya Letnan Dua. Makam Tole Iskandar berada di Taman Makam Pahlawan Dreded, Kota Bogor setelah dipindahkan dari Sukabumi. Saat gugur Tole Iskandar berusia 25 tahun. Namanya kini diabadikan sebagai nama jalan di Kota Depok.
Lihat Juga :