Selain Psikopat Bogor, Ini 8 Pembunuhan Berantai Mengerikan
Kamis, 11 Maret 2021 - 23:01 WIB
Siswanto, pria yang tega membunuh 12 anak laki-laki dengan amat kejam. Dia juga tak segan melakukan kekerasan seksual lalu membelah perut korban hingga terbuka. Setelah itu, dia akan meminum darah korbannya dan memutilasi tubuhnya untuk menghilangkan barang bukti. Hal mengerikan ini dilakukan oleh Siswanto mulai tahun 1994 hingga korban terakhir ditemukan pada Juli 1996.
Pria yang akhirnya meninggal tahun 2007 di Nusa Kambangan ini mengaku sangat menikmati aksinya. Bahkan, dia kerap mengambil beberapa bagian tubuh korban untuk disimpan sebagai kenang-kenangan.
Rio Martil
Rio Martil memiliki nama asli Antonius Rio Alex Bulo. Dia melakukan pembunuhan berantai terhadap 4 orang yang diketahui memiliki rental mobil. Dalam aksinya, Rio selalu menggunakan martil. Dia divonis mati oleh Pengadilan Negeri Purwokerto pada tahun 2001 dan dijebloskan ke penjara Nusa Kambangan.
Di dalam sel tahanan ternyata sikap Rio tak juga berubah. Dia membunuh Iwan Zulkarnaen pada tahun 2005. Berselang tiga tahun kemudian, Rio akhirnya menghadapi hukuman. Dia tewas ditembak satuan regu tembak.
Garibaldi Handayani
Garibaldi Handayani adalah anggota Polda Jambi. Dia dituduh melakukan pembunuhan terhadap 7 orang selama enam tahun terakhir bertugas di Jambi. Garibaldi ditangkap setelah korban terakhirnya ditemukan polisi dengan keadaan terbakar dan ada tembakan di kepala. Korban berjenis kelamin perempuan ini ternyata istri muda Garibaldi.
Dia akhirnya membuka semua identitas korban yang pernah dibantai hidup-hidup. Atas aksi kejamnya Garibaldi mendapatkan ganjaran hukuman mati.
Astini
Sosok pembunuh berantai sadis ini seorang perempuan. Awal mulai diketahui kasus pembunuhan karena warga menemukan potongan kepala dalam kantong plastik. Setelah diusut ternyata Astini membunuh tetangganya dan 2 tetangga lainnya yang menagih utang dengan kata-kata kasar.
Astini membunuh 3 tetangganya dan memutilasi tubuh korban menjadi 10 bagian. Setelah divonis mati pada Oktober 1996, Astini dieksekusi dengan cara ditembak pada Maret 2005.
Pria yang akhirnya meninggal tahun 2007 di Nusa Kambangan ini mengaku sangat menikmati aksinya. Bahkan, dia kerap mengambil beberapa bagian tubuh korban untuk disimpan sebagai kenang-kenangan.
Rio Martil
Rio Martil memiliki nama asli Antonius Rio Alex Bulo. Dia melakukan pembunuhan berantai terhadap 4 orang yang diketahui memiliki rental mobil. Dalam aksinya, Rio selalu menggunakan martil. Dia divonis mati oleh Pengadilan Negeri Purwokerto pada tahun 2001 dan dijebloskan ke penjara Nusa Kambangan.
Di dalam sel tahanan ternyata sikap Rio tak juga berubah. Dia membunuh Iwan Zulkarnaen pada tahun 2005. Berselang tiga tahun kemudian, Rio akhirnya menghadapi hukuman. Dia tewas ditembak satuan regu tembak.
Garibaldi Handayani
Garibaldi Handayani adalah anggota Polda Jambi. Dia dituduh melakukan pembunuhan terhadap 7 orang selama enam tahun terakhir bertugas di Jambi. Garibaldi ditangkap setelah korban terakhirnya ditemukan polisi dengan keadaan terbakar dan ada tembakan di kepala. Korban berjenis kelamin perempuan ini ternyata istri muda Garibaldi.
Dia akhirnya membuka semua identitas korban yang pernah dibantai hidup-hidup. Atas aksi kejamnya Garibaldi mendapatkan ganjaran hukuman mati.
Astini
Sosok pembunuh berantai sadis ini seorang perempuan. Awal mulai diketahui kasus pembunuhan karena warga menemukan potongan kepala dalam kantong plastik. Setelah diusut ternyata Astini membunuh tetangganya dan 2 tetangga lainnya yang menagih utang dengan kata-kata kasar.
Astini membunuh 3 tetangganya dan memutilasi tubuh korban menjadi 10 bagian. Setelah divonis mati pada Oktober 1996, Astini dieksekusi dengan cara ditembak pada Maret 2005.
(jon)
Lihat Juga :