Gardu FBR di Tangsel Dibakar, Polisi Minta Anggota Ormas Tidak Terprovokasi
Jum'at, 05 Maret 2021 - 16:45 WIB
Gardu ormas Forum Betawi Rempug (FBR) di Jalan Sumber Rejeki, RT01 RW06, Parigi Lama, Pondok Aren, Tangsel dibakar sekelompok orang tak dikenal, Jumat (05/03/21).Foto/MPI/Hambali
TANGERANG SELATAN - Satu posko yang menjadi gardu ormas Forum Betawi Rempug (FBR) di Jalan Sumber Rejeki, RT01 RW06, Parigi Lama, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dibakar sekelompok orang tak dikenal, Jumat (05/03/21). Beruntung saat kejadian, posko sedang kosong hingga tidak menimbulkan adanya korban.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 03.30 WIB. Nampak di lokasi, api hanya membakar sebagian isi gardu. Belum diketahui dari mana kelompok pelaku berasal. Namun kejadian itu memancing konsentrasi massa FBR di lokasi kejadian. Pihak kepolisian pun telah memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan.
Rekaman Close Circuid Television (CCTV) di sekitar lokasi menunjukkan, jika para pelaku berjumlah 4 orang dengan berboncengan 2 sepeda motor. Mereka menyiramkan bensin yang telah disiapkan, lalu menyulutnya dengan korek api.
Polisi belum bisa menyimpulkan apakah pembakaran Gardu FBR itu terkait perseteruan antar ormas yang terjadi belakangan ini. Sebagai antisipasi, beberapa petinggi ormas diimbau saling menahan diri agar tak memicu kesalahpahaman.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 03.30 WIB. Nampak di lokasi, api hanya membakar sebagian isi gardu. Belum diketahui dari mana kelompok pelaku berasal. Namun kejadian itu memancing konsentrasi massa FBR di lokasi kejadian. Pihak kepolisian pun telah memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan.
Rekaman Close Circuid Television (CCTV) di sekitar lokasi menunjukkan, jika para pelaku berjumlah 4 orang dengan berboncengan 2 sepeda motor. Mereka menyiramkan bensin yang telah disiapkan, lalu menyulutnya dengan korek api.
Polisi belum bisa menyimpulkan apakah pembakaran Gardu FBR itu terkait perseteruan antar ormas yang terjadi belakangan ini. Sebagai antisipasi, beberapa petinggi ormas diimbau saling menahan diri agar tak memicu kesalahpahaman.
Lihat Juga :