DKI Akan Tata Trotoar di Kawasan Kebayoran Baru dengan Konsep Complete Street
Kamis, 25 Februari 2021 - 23:15 WIB
Kawasan Kebayoran Baru sebagai destinasi tempat tinggal, bisnis, pusat perbelanjaan, dan wisata dengan potensi pengembangan wisata kulinernya. Hal ini perlu didukung oleh fasilitas publik lainnya dengan tidak menghilangkan identitasnya sebagai Kawasan Cagar Budaya dan menjadikannya Kawasan Oriented Development (TOD) dengan kemudahan aksesibilitas pejalan kaki serta kemudahan menuju berbagai akses moda transportasi (MRT, BRT, Bus Non BRT) di kawasan tersebut.
Tujuan Penataan Trotoar di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yaitu;
mendukung Kawasan TOD Kebayoran Baru, mendukung mobilitas 15-minute City untuk ragam kelas sosial ekonomi. Mendorong shifting perpindahan pengguna moda transportasi pribadi di dalam kawasan dengan transportasi publik dan atau sepeda. Baca: Terpapar Covid-19, Wakil Wali Kota Depok Terpilih Dilantik dari Rumah Sakit
Mendorong (Micro-Mobility) mobilitas jarak pendek dengan moda transportasi tidak bermotor. Menata saluran utilitas kabel udara menjadi bawah tanah. "Ingin berpartisipasi untuk mengeluarkan aspirasi? Yuk silahkan isi kuesioner di bawah ini ya kalian bisa pindai QR Code pada gambar atau buka tautan berikut bit.ly/TrotoarKebayoranBaru2021," lanjut tulisan itu.
Penataan trotoar di Jakarta saat ini baru sekitar 15% dari target total 2.600 kilometer trotoar yang direncanakan. Rendahnya penataan trotoar akibat penataan trotoar tidak masuk dalam kegiatan prioritas. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, progres pembangunan trotoar yang ditargetkan pada 2020 sekitar 104 kilometer terpaksa dihentikan lantaran adanya pandemi Covid-19.
Tujuan Penataan Trotoar di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yaitu;
mendukung Kawasan TOD Kebayoran Baru, mendukung mobilitas 15-minute City untuk ragam kelas sosial ekonomi. Mendorong shifting perpindahan pengguna moda transportasi pribadi di dalam kawasan dengan transportasi publik dan atau sepeda. Baca: Terpapar Covid-19, Wakil Wali Kota Depok Terpilih Dilantik dari Rumah Sakit
Mendorong (Micro-Mobility) mobilitas jarak pendek dengan moda transportasi tidak bermotor. Menata saluran utilitas kabel udara menjadi bawah tanah. "Ingin berpartisipasi untuk mengeluarkan aspirasi? Yuk silahkan isi kuesioner di bawah ini ya kalian bisa pindai QR Code pada gambar atau buka tautan berikut bit.ly/TrotoarKebayoranBaru2021," lanjut tulisan itu.
Penataan trotoar di Jakarta saat ini baru sekitar 15% dari target total 2.600 kilometer trotoar yang direncanakan. Rendahnya penataan trotoar akibat penataan trotoar tidak masuk dalam kegiatan prioritas. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, progres pembangunan trotoar yang ditargetkan pada 2020 sekitar 104 kilometer terpaksa dihentikan lantaran adanya pandemi Covid-19.
Lihat Juga :