Kabupaten Tangerang Masuk Zona Kuning Penyebaran COVID-19 di Banten
Rabu, 17 Februari 2021 - 10:18 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Desiriana Dinardianti mengatakan, wilayah Kabupaten Tangerang saat ini keluar zona orange dan masuk ke zona kuning mulai 16 Februari 2021.Ilustrasi/SINDOnews
TANGERANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang , Desiriana Dinardianti mengatakan, wilayah Kabupaten Tangerang saat ini keluar zona orange dan masuk ke zona kuning mulai 16 Februari 2021. Adanya perubahan ini mengindikasikan bahwa PPKM Mikro yang diterapkan sejak 9 Februari 2021 cukup efektif.
"Zona kuning penyebaran COVID-19 ini, hanya Kabupaten Tangerang di Banten, yang sebelumnya masuk zona orange" ujar Desy pada Rabu (17/2/2021). (Baca juga; Oknum Ketua RT di Kabupaten Tangerang Embat Dana Bansos )
Kabupaten Tangerang baru pertama kali masuk ke zona kuning sejak diberlakukannya zonasi berdasarkan tingkat kedaruratan yang digambarkan menggunakan warna merah, orange, kuning dan hijau. Namun, masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan agar penyebab tidak semakin meluas.
"Walau saat ini Kabupaten Tangerang masuk Zona kuning, masyarakat untuk tetap perhatikan protokol kesehatan (Prokes) yaitu 4M menggunakan masker, mencuci tangan di air yang mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," lanjut Desy.
"Zona kuning penyebaran COVID-19 ini, hanya Kabupaten Tangerang di Banten, yang sebelumnya masuk zona orange" ujar Desy pada Rabu (17/2/2021). (Baca juga; Oknum Ketua RT di Kabupaten Tangerang Embat Dana Bansos )
Kabupaten Tangerang baru pertama kali masuk ke zona kuning sejak diberlakukannya zonasi berdasarkan tingkat kedaruratan yang digambarkan menggunakan warna merah, orange, kuning dan hijau. Namun, masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan agar penyebab tidak semakin meluas.
"Walau saat ini Kabupaten Tangerang masuk Zona kuning, masyarakat untuk tetap perhatikan protokol kesehatan (Prokes) yaitu 4M menggunakan masker, mencuci tangan di air yang mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," lanjut Desy.
Lihat Juga :