Semakin Merah, Ganjar Minta Wali Kota Semarang Kaji Opsi PSBB
Jum'at, 17 April 2020 - 19:57 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta menginstruksikan Wali Kota Semarang untuk menghitung kemungkinan pemberlakuan PSBB. FOTO/DOK.HUMAS PEMPROV JATENG
SEMARANG - Kementerian Kesehatan telah memutuskan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tegal karena terjadi lonjakan kasus positif COVID-19 yang signifikan. Menyikapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta menginstruksikan Wali Kota Semarang untuk menghitung kemungkinan pemberlakuan PSBB.
"Saya kira Kota Semarang harus mencermati betul-betul. Semarang ini sudah masuk kategori merah juga. Jadi harus hati-hati. Kalau kemudian kita tidak bisa mengendalikan akan bisa menambah jumlah pasien," kata Ganjar, Jumat (17/4/2020).
Ganjar mengaku resah melihat kondisi Kota Semarang dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 ini. Sebab, selama 25 hari bersepeda keliling Kota Semarang, dirinya melihat masih banyaknya kerumunan di berbagai tempat. Bahkan sampai larut malam pun, cafe-cafe di Semarang masih ramai pengunjung. (Baca juga: Kementerian Kesehatan Setujui PSBB di Kota Tegal )
"Ini diperlukan tindakan makin tegas dan keras agar semua mengerti karena malam cafe masih buka dan banyak yang nongkrong. Pagi-pagi saya keliling, sudah 25 hari saya keliling untuk ngecek dan suasana keramaian itu masih ada," katanya.
Ganjar pun berharap masyarakat di Kota Semarang semakin keras usahanya dalam mencegah persebaran virus yang telah merenggut ratusan ribu nyawa itu.
"Kita semua minta bantuan, pakai masker, jaga jarak, jangan keluar rumah kalau tidak penting. Hentikan tongkrang tongkrong haha-hehe. Sekali lagi hentikan itu agar kita sehat semua," katanya.
"Saya kira Kota Semarang harus mencermati betul-betul. Semarang ini sudah masuk kategori merah juga. Jadi harus hati-hati. Kalau kemudian kita tidak bisa mengendalikan akan bisa menambah jumlah pasien," kata Ganjar, Jumat (17/4/2020).
Ganjar mengaku resah melihat kondisi Kota Semarang dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 ini. Sebab, selama 25 hari bersepeda keliling Kota Semarang, dirinya melihat masih banyaknya kerumunan di berbagai tempat. Bahkan sampai larut malam pun, cafe-cafe di Semarang masih ramai pengunjung. (Baca juga: Kementerian Kesehatan Setujui PSBB di Kota Tegal )
"Ini diperlukan tindakan makin tegas dan keras agar semua mengerti karena malam cafe masih buka dan banyak yang nongkrong. Pagi-pagi saya keliling, sudah 25 hari saya keliling untuk ngecek dan suasana keramaian itu masih ada," katanya.
Ganjar pun berharap masyarakat di Kota Semarang semakin keras usahanya dalam mencegah persebaran virus yang telah merenggut ratusan ribu nyawa itu.
"Kita semua minta bantuan, pakai masker, jaga jarak, jangan keluar rumah kalau tidak penting. Hentikan tongkrang tongkrong haha-hehe. Sekali lagi hentikan itu agar kita sehat semua," katanya.
Lihat Juga :