Mitigasi Banjir Ala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta

Sabtu, 13 Februari 2021 - 22:01 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air melakukan sejumlah langkah antisipatif terjadinya bencana saat musim penghujan .Setidaknya ada lima upaya yang telah dilakukan oleh jajarannya, yakni Gerebek Lumpur, Pengelolaan Air Hujan (Drainase Vertikal), Pemeliharaan Pompa, Penanganan Banjir Rob melalui NCICD, dan Pengelolaan Sistem Polder.

Hal demikian disampaikan oleh Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Dudi Gardesi. Kata dia, Gerebek Lumpur itu berbentuk pengerukan bertujuan meningkatkan kapasitas saluran, kali dan waduk, sehingga pada musim hujan daya tampungnya bisa maksimal. Baca juga: Antisipasi Banjir, Dinas SDA DKI Keruk Waduk di Jakarta Secara Serentak



“Pada tahun 2020, untuk waduk, jumlah yang sudah dikeruk sebanyak 23 waduk, dengan volume pengerukan 446.402,9 m3. Lalu, untuk pengerukan kali, total sebanyak 93 lokasi, dengan volume pengerukan 279.967,5 m3. Sementara itu, saluran penghubung yang sudah dikeruk sebanyak 390 saluran, dengan volume pengerukan 121.002,6 m3. Itu untuk tahun 2020 ya, pada tahun-tahun sebelumnya juga sudah dilakukan pengerukan di lokasi lainnya,” ujar Dudi di Jakarta, Sabtu (13/2/2021).

Dudi menambahkan, pembangunan drainase vertikal (sumur resapan) yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan unsur-unsur terkait di wilayah dan melibatkan masyarakat. Hingga 31 Desember 2020, telah tersedia 2.974 titik drainase vertikal di 777 lokasi, seperti di RPTRA, Gedung Pemda, Sekolah, Taman Kota, dan Masjid.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!