Jawa Tengah Butuh 200 Sarjana untuk Ditempatkan di 100 Desa
Kamis, 11 Februari 2021 - 15:29 WIB
Foto ilustrasi/SINDOnews
SEMARANG - Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah kembali membuka program Pengembangan Kepedulian dan Kepeloporan Pemuda (PKKP). Sebanyak 200 orang lulusan sarjana akan ditugaskan ke 100 desa yang tersebar di 14 Kabupaten.
Kepala Seksi Pengembangan Kepemudaan Disporapar Jateng, P. Bono Listiyanto, mengatakan program ini merupakan program unggulan Provinsi Jateng untuk pemberdayaan dan pembangunan desa dengan mengajak para pemuda daerah. Baca juga: Dana Pemulihan Pariwisata Bali Rp9,9 Triliun Masuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional
“Masa kontrak kerja peserta program PKKP selama 10 bulan yakni Maret-Desember. Ada 200 yang diterima dan akan ditempatkan di 14 Kabupaten, tepatnya 60 Kecamatan dengan total 100 Desa,” kata Bono, Kamis (11/2/2021).
Ke-14 kabupaten itu masing-masing Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Klaten, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Demak, Pemalang, dan Brebes. Mereka yang mendaftar program PKKP, kata Bono, berperan sebagai motivator, fasilitator, akselerator, dinamisator, dan penggerak ekonomi mandiri masyarakat desa, terutama para pemuda desa.
Kepala Seksi Pengembangan Kepemudaan Disporapar Jateng, P. Bono Listiyanto, mengatakan program ini merupakan program unggulan Provinsi Jateng untuk pemberdayaan dan pembangunan desa dengan mengajak para pemuda daerah. Baca juga: Dana Pemulihan Pariwisata Bali Rp9,9 Triliun Masuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional
“Masa kontrak kerja peserta program PKKP selama 10 bulan yakni Maret-Desember. Ada 200 yang diterima dan akan ditempatkan di 14 Kabupaten, tepatnya 60 Kecamatan dengan total 100 Desa,” kata Bono, Kamis (11/2/2021).
Ke-14 kabupaten itu masing-masing Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Klaten, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Demak, Pemalang, dan Brebes. Mereka yang mendaftar program PKKP, kata Bono, berperan sebagai motivator, fasilitator, akselerator, dinamisator, dan penggerak ekonomi mandiri masyarakat desa, terutama para pemuda desa.
Lihat Juga :