Pandemi, Distro Asal Bandung Ini Produksi 48.000 Apparel Per Bulan
Sabtu, 06 Februari 2021 - 18:01 WIB
Model menunjukkan salah satu produk apparel Motzint Original. Foto/Ist
BANDUNG - Badai pandemi COVID-19 berdampak langsung terhadap dunia usaha. Tidak sedikit pebisnis yang tak mampu bertahan hingga terpuruk dan bangkit akibat berbagai kebijakan pembatasan sosial.
Namun, distribution store (distro) asal Bandung, Motzint Original berhasil keluar dari himpitan badai pandemi dan sukses memproduksi ribuan apparel, mulai kemeja, kaos, jaket, celana, hingga berbagai aksesori fashion lainnya.
Pemilik Motzint Original, Gilang Permana Kencana (26) mengatakan, industri fashion masih menjadi primadona bagi pebisnis. Perkembangan mode yang cepat dan dinamis membuat industri ini tetap berdiri kokoh meski diterpa pandemi.
Pemuda jebolan STIE Tridharma Bandung ini mengaku memilih bisnis fashion karena pangsa pasarnya yang luas. Memilih nama yang unik seperti Motzint, kata dia, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar.
Selain itu, untuk menjaga pangsa pasarnya, Motzint Original pun konsisten mengeluarkan berbagai produk apparel baru setiap bulannya.
"Karena fashion semua orang membutuhkan, pangsa pasarnya luas dan barangnya gak cepat basi," ujar Gilang, Sabtu (6/2/2021).
Namun, distribution store (distro) asal Bandung, Motzint Original berhasil keluar dari himpitan badai pandemi dan sukses memproduksi ribuan apparel, mulai kemeja, kaos, jaket, celana, hingga berbagai aksesori fashion lainnya.
Pemilik Motzint Original, Gilang Permana Kencana (26) mengatakan, industri fashion masih menjadi primadona bagi pebisnis. Perkembangan mode yang cepat dan dinamis membuat industri ini tetap berdiri kokoh meski diterpa pandemi.
Pemuda jebolan STIE Tridharma Bandung ini mengaku memilih bisnis fashion karena pangsa pasarnya yang luas. Memilih nama yang unik seperti Motzint, kata dia, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar.
Selain itu, untuk menjaga pangsa pasarnya, Motzint Original pun konsisten mengeluarkan berbagai produk apparel baru setiap bulannya.
"Karena fashion semua orang membutuhkan, pangsa pasarnya luas dan barangnya gak cepat basi," ujar Gilang, Sabtu (6/2/2021).
Lihat Juga :