Butuh Bayar Kontrakan dan Makan, Puluhan Warga Korban Gusuran di Tangerang Ngecrek di Jalan
Selasa, 02 Februari 2021 - 13:14 WIB
Dedi mengatakan, sebelumnya para korban gusuran mendapat subsidi pembayaran kontrakan Rp1,5 juta sebulan dan Rp30 juta sebulan untuk dapur umum dari PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC).
"Selama proses sidang kita belum beres, kita dijanjikan uang kontrakan KK Rp1,5 juta per bulan, dan Rp30 juta untuk dapur umum per bulannya. Totalnya ada 80 KK terdiri dari 300 jiwa. Eksekusi lahan September 2020," jelasnya.
Diakuinya, dari September hingga Desember 2020 warga masih mendapatkan subsidi pembayaran kontrakan dan dapur umum. Namun mulai Januari 2021, subsidi masih belum dibayarkan dan menjadi sangat kesulitan.
"Januari ini belum bayar kita. Sudah banyak yang disuruh keluar. Jangankan buat kontrakan, buat makan saja susah. Rata-rata warga pedagang kecil, dan setelah dieksekusi warga kehilangan pekerjaan," pungkasnya.
"Selama proses sidang kita belum beres, kita dijanjikan uang kontrakan KK Rp1,5 juta per bulan, dan Rp30 juta untuk dapur umum per bulannya. Totalnya ada 80 KK terdiri dari 300 jiwa. Eksekusi lahan September 2020," jelasnya.
Diakuinya, dari September hingga Desember 2020 warga masih mendapatkan subsidi pembayaran kontrakan dan dapur umum. Namun mulai Januari 2021, subsidi masih belum dibayarkan dan menjadi sangat kesulitan.
"Januari ini belum bayar kita. Sudah banyak yang disuruh keluar. Jangankan buat kontrakan, buat makan saja susah. Rata-rata warga pedagang kecil, dan setelah dieksekusi warga kehilangan pekerjaan," pungkasnya.
(thm)
Lihat Juga :