Pandemi, Tim Inovasi Unpad Kampanyekan Pengawet Ikan Tanpa Formalin
Sabtu, 09 Januari 2021 - 10:42 WIB
Selama ini pun, lanjut Keri, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merekomendasikan pengawet yang relatif aman dan diizinkan sebagai pengawet ikan. Namun, pengawet ikan berbahan aman kebanyakan sulit didapat oleh nelayan atau pedagang.
Oleh karenanya, Keri mengapresiasi produk pengawet ikan berbahan alami, yakni Pengawet Ikan Organik (PIO) yang dikembangkan oleh Zhafira Samudra Nusantara dan PT Sinergi Organik Globalindo yang diluncurkan dalam kegiatan diskusi tersebut.
"Makanya, kami berharap ini (PIO) juga ada pendampingan Kementerian Kelautan dan Perikanan, bagaimana produk pengawet alami inovasi yang bagus untuk kesehatan ini dapat mudah dijangkau," katanya.
Menurut Keri, PIO aman digunakan sebagai pengawet ikan karena tidak menggunakan zat kimia, apalagi zat berbahaya. Menurutnya, pengawet ikan alami itu terbuat dari selada air, kesemek, bayam, dan garam yang difermentasikan.
"Kerja sama (yang dibangun) harus ada akademisi, pemerintah, dan unsur bisnis, sehingga bisa mendekatkan produk ini ke supply chain. Ini diharapkan jadi kerja sama baik dan warga dapat manfaat," tandas Keri.
Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Sinargi Organik Globalindo, Restu Kusumah mengklaim produk dapat menjadi solusi permasalahan utama dalam ranah produksi ikan laut segar. Pihaknya pun mengaku, telah memasarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia dan menjamin ketersediaan produknya tetap terjangkau.
Oleh karenanya, Keri mengapresiasi produk pengawet ikan berbahan alami, yakni Pengawet Ikan Organik (PIO) yang dikembangkan oleh Zhafira Samudra Nusantara dan PT Sinergi Organik Globalindo yang diluncurkan dalam kegiatan diskusi tersebut.
"Makanya, kami berharap ini (PIO) juga ada pendampingan Kementerian Kelautan dan Perikanan, bagaimana produk pengawet alami inovasi yang bagus untuk kesehatan ini dapat mudah dijangkau," katanya.
Menurut Keri, PIO aman digunakan sebagai pengawet ikan karena tidak menggunakan zat kimia, apalagi zat berbahaya. Menurutnya, pengawet ikan alami itu terbuat dari selada air, kesemek, bayam, dan garam yang difermentasikan.
"Kerja sama (yang dibangun) harus ada akademisi, pemerintah, dan unsur bisnis, sehingga bisa mendekatkan produk ini ke supply chain. Ini diharapkan jadi kerja sama baik dan warga dapat manfaat," tandas Keri.
Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Sinargi Organik Globalindo, Restu Kusumah mengklaim produk dapat menjadi solusi permasalahan utama dalam ranah produksi ikan laut segar. Pihaknya pun mengaku, telah memasarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia dan menjamin ketersediaan produknya tetap terjangkau.
Lihat Juga :