Tes Usap Massal untuk Cegah Klaster Covid-19 di Bekasi Dilanjutkan Awal Tahun
Jum'at, 18 Desember 2020 - 22:05 WIB
Tofan menjelaskan, tes usap massal jarang dilakukan lantaran terbatasnya sarana yang ada. Saat ini, lanjut dia, jumlah pekerja industri di Kabupaten Bekasi tercatat 1,7 juta orang. Jika sehari tes dilakukan terhadap 1.000 orang, maka memakan waktu lebih lama. Untuk itu, skema tes usap massal nantinya difokuskan pada perusahaan yang menimbulkan transmisi penyebaran covid-19.
Jika setelah tes usap massal, kemudian ditemukan penyebaran di suatu perusahaan, maka tes akan difokuskan di perusahaan tersebut.”Nanti kami tetapkan skema purposive sampling, jadi tes per perusahaan, per line, per sif, sehingga akan ketahuan jika ada transmisi lokal fokus di salah satu perusahaan. Tapi bukan hanya di industri melainkan di kelompok masyarakat juga,” jelasnya.
Tofan menambahkan, pihaknya kini tengah memastikan perluasan sarana isolasi terpusat. Setidaknya dibutuhkan empat hotel baru untuk menambah kapasitas ruang isolasi pasien.”Nantinya dua hotel untuk nakes dan dua hotel untuk pasien. Ini sudah kami ajukan kepada BNPB,” tegasnya.
Jika setelah tes usap massal, kemudian ditemukan penyebaran di suatu perusahaan, maka tes akan difokuskan di perusahaan tersebut.”Nanti kami tetapkan skema purposive sampling, jadi tes per perusahaan, per line, per sif, sehingga akan ketahuan jika ada transmisi lokal fokus di salah satu perusahaan. Tapi bukan hanya di industri melainkan di kelompok masyarakat juga,” jelasnya.
Tofan menambahkan, pihaknya kini tengah memastikan perluasan sarana isolasi terpusat. Setidaknya dibutuhkan empat hotel baru untuk menambah kapasitas ruang isolasi pasien.”Nantinya dua hotel untuk nakes dan dua hotel untuk pasien. Ini sudah kami ajukan kepada BNPB,” tegasnya.
(hab)
Lihat Juga :