Begini Kata Psikolog Forensik Terkait Penembakan Polisi terhadap 6 Anggota FPI

Kamis, 10 Desember 2020 - 01:11 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Kasus penembakan terhadap enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek berdasarkan keterangan polisi tindakan tegas dan terukur itu terpaksa dilakukan. Karena, anggota laskar FPI melakukan upaya penyerangan terhadap petugas kepolisian.

Psikolog Forensik Reza Indragiri mengomentari perihal tindakan tegas terukur yang menjadi dalih polisi menghabisi nyawa enam anggota FPI itu. Dia mengatakan, penembakan itu bisa dikategorikan sebagai tindakan yang menular kepada anggota lainnya. (Baca juga: Polda Metro Kumpulkan CCTV di Sekitar Km 50 Tol Jakarta-Cikampek )




"Dalam psikologi forensik ada istilah penembakan yang menular (contagious shooting). Ketika satu personel menembak, hampir selalu bisa dipastikan dalam tempo cepat personel-personel lain juga akan melakukan penembakan. Seperti aba-aba; anggota pasukan tidak melakukan kalkulasi, tapi tinggal mengikuti saja," terang Reza kepada SINDOnews, Rabu 9 Desember 2020.

Reza melanjutkan, kemungkinan menembak menjadi perilaku spontan semakin besar ketika personel sudah mempersepsikan target sebagai pihak yang berbahaya. Jadi, dengan kata lain, dalam situasi semacam itu, personel bertindak dengan didorong oleh rasa takut. (Baca juga: Ini Rekaman yang Diduga Laskar FPI Serang Mobil Polisi di Tol Jakarta-Cikampek )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!