Kisah Haru Pasutri di Madura Punya Momongan setelah 21 Tahun Sabar Menanti

Rabu, 09 Desember 2020 - 11:24 WIB
Sehari-harinya, pasutri ini berjualan keripik singkong di komplek destinasi wisata religi Asta Tinggi, Kabupaten Sumenep. Mereka berangkat naik bus pukul 02.00 dini hari agar sampai tepat waktu ke klinik. Begitu panjang prosedur bayi tabung yang menuntut mereka untuk tepat waktu, seperti saat suntik khusus dan sebagainya.

Proses bayi tabung mereka mirip dengan pasien lainnya, kata Benediktus. Setelah mendapat embrio pun, mereka bahkan harus menunggu hampir setahun sebelum ditransfer ke rahim. Selama setahun mereka dengan sabar bolak balik ke Surabaya, sabar menanti rahim yang belum siap.

Ketika berhasil hamil, tidak banyak kata dari pasutri itu, dokter, maupun perawat, hanya penuh dengan tetesan air mata bahagia. Terlebih saat melahirkan, tampak dari foto yang diunggah, wajah Su’udiyah penuh haru dan mata berkaca-kaca dengan bayinya yang berada di sisinya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!