Angka Kematian Diabetes di Indonesia Lebih Tinggi dari COVID-19
Selasa, 01 Desember 2020 - 19:59 WIB
"Setiap 8 detik, 1 orang meningal karena diabetes dan komplikasinya. Kemudian, untuk COVID-19, setiap 16 detik 1 orang meninggal. Jadi kalau lihat angka, lebih banyak diabetes yang meninggal," kata Prof Sidartawan.
Dari total 10,7 juta jiwa penderita diabetes di Indonesia, sebanyak 29,1 juta jiwa termasuk kategori pradiabetes. Angka ini paling besar ke-3 di dunia. Dari jumlah itu, baru sekitar 2% saja yang sudah didiagnosa oleh dokter.
"Sebanyak 75% orang yang punya diabetes punya risiko jantung. Sekitar 5% meninggal, karena jantung. Diabetes juga banyak terjadi karena faktor keturunan. Orang diabetes boleh makan apa saja," ungkap Sidartawan.
Dia menambahkan, penderita diabetes tidak ada pantangan makan. Namun, harus dibatasi porsinya. Misal porsinya 100 gram, ya harus patuh 100 gram. Makan pun harus memiliki jadwal ketat, seperti pagi, siang dan malam.
"Komplikasi diabetes cuma ada dua, yakni pembuluh darah besar dan kecil. Kalau mampet di otak dan jantung, bisa drop, kalau di kaki amputasi. Pembuluh darah kecil bisa menyebabkan kebutaan," pungkasnya.
Dari total 10,7 juta jiwa penderita diabetes di Indonesia, sebanyak 29,1 juta jiwa termasuk kategori pradiabetes. Angka ini paling besar ke-3 di dunia. Dari jumlah itu, baru sekitar 2% saja yang sudah didiagnosa oleh dokter.
"Sebanyak 75% orang yang punya diabetes punya risiko jantung. Sekitar 5% meninggal, karena jantung. Diabetes juga banyak terjadi karena faktor keturunan. Orang diabetes boleh makan apa saja," ungkap Sidartawan.
Dia menambahkan, penderita diabetes tidak ada pantangan makan. Namun, harus dibatasi porsinya. Misal porsinya 100 gram, ya harus patuh 100 gram. Makan pun harus memiliki jadwal ketat, seperti pagi, siang dan malam.
"Komplikasi diabetes cuma ada dua, yakni pembuluh darah besar dan kecil. Kalau mampet di otak dan jantung, bisa drop, kalau di kaki amputasi. Pembuluh darah kecil bisa menyebabkan kebutaan," pungkasnya.
(wib)
Lihat Juga :