Rumah Sakit Darurat COVID-19 Bakal Dibangun di Malang
Selasa, 01 Desember 2020 - 03:15 WIB
Ketua Rumpun Kuratif Satgas COVID-19 Jatim, Joni Wahyuhadi.Foto/dok
SURABAYA - Satgas COVID-19 Jawa Timur (Jatim) berencana membangun rumah sakit darurat COVID-19 di Malang Raya, seperti yang dibangun di Surabaya. Rumah sakit darurat tersebut diperuntukkan bagi pasien COVID-19 yang bergejala klinis ringan.
Ketua Rumpun Kuratif Satgas COVID-19 Jatim, Joni Wahyuhadi mengungkapkan, tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 di Malang Raya mengalami peningkatan. Ini ditunjukkan dari Angka Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit rujukan COVID-19 di Malang Raya mencapai 70%. BOR tersebut melebihi standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di angka 60%. "Ibu Gubernur (Khofifah) memutuskan ada alternatif membuat rumah sakit lapangan," katanya.
(Baca juga: Kapolda Jatim Perintahkan Kapolres Gelar Operasi Disiplin Protokol Kesehatan )
Direktur RSUD dr Soetomo ini mengakui adanya peningkatan kasus COVID-19 di Jatim, meskipun tidak signifikan. Kenaikkan kasus COVID-19 di Jatim, kata dia, tidak sebesar peningkatan kasus di Jawa Barat, Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Menurutnya, peningkatan tersebut bisa dipahami, karena mobilitas masyarakat saat libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW cukup tinggi.
Ketua Rumpun Kuratif Satgas COVID-19 Jatim, Joni Wahyuhadi mengungkapkan, tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 di Malang Raya mengalami peningkatan. Ini ditunjukkan dari Angka Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit rujukan COVID-19 di Malang Raya mencapai 70%. BOR tersebut melebihi standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di angka 60%. "Ibu Gubernur (Khofifah) memutuskan ada alternatif membuat rumah sakit lapangan," katanya.
(Baca juga: Kapolda Jatim Perintahkan Kapolres Gelar Operasi Disiplin Protokol Kesehatan )
Direktur RSUD dr Soetomo ini mengakui adanya peningkatan kasus COVID-19 di Jatim, meskipun tidak signifikan. Kenaikkan kasus COVID-19 di Jatim, kata dia, tidak sebesar peningkatan kasus di Jawa Barat, Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Menurutnya, peningkatan tersebut bisa dipahami, karena mobilitas masyarakat saat libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW cukup tinggi.
Lihat Juga :