Dengar Anaknya Diperkosa, Sang Ayah Bantai Orang Tua Pemerkosa
Senin, 11 Mei 2020 - 20:47 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
BEKASI - Mendengar anaknya diperkosa, Andiyanto (60) membalasnya dengan membunuh SR dan SA, yang diduga orang tua para pemerkosa, dengan menggunakan linggis. Pembunuhan sadis ini terjadi di Kampung Rawa Bebek RT 4/15, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Minggu, 10 Mei 2020 kemarin.
Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko mengatakan, setelah kejadian tersebut, petugas langsung mengamankan tersangka berikut barang bukti alat untuk menganiaya korban hingga tewas. ”Tersangka terbawa emosi lantaran mendapatkan kabar anaknya diperkosa oleh kedua anak korban,” kata Wijonarko kepada wartawan Senin (11/5/2020). ( Baca:Said Didu Siap Diperiksa Kapan pun, Asal di Kediamannya )
Menurut Wijonarko, pelaku mendatangi rumah kontrakan korban yang tak jauh dari kediamannya di Kampung Rawa Bebek. ”Pelaku langsung menghabisi korban. Dua korban itu orang tua dari anak-anak yang diduga memerkosa anak pelaku,” ujarnya.
Wijonarko menuturkan, kedua korban tewas setelah dihantam linggis oleh pelaku berulang kali. Keduanya pun meregang nyawa di RSUD Kota Bekasi akibat luka robek, memar, dan patah tulang pada bagian kepala.
Wijonarko menceritakan, pelaku mendatangi rumah kontrakan korban di lantai dua. Pelaku lebih dahulu mematikan saklar listriknya. Lalu masuk ke kontrakan dan menghantam beberapa kali kedua korban menggunakan linggis. ”Tidak ada perlawanan karena kedua korban sedang tertidur. Saklar lampu juga dimatikan pelaku,” jelasnya.
Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko mengatakan, setelah kejadian tersebut, petugas langsung mengamankan tersangka berikut barang bukti alat untuk menganiaya korban hingga tewas. ”Tersangka terbawa emosi lantaran mendapatkan kabar anaknya diperkosa oleh kedua anak korban,” kata Wijonarko kepada wartawan Senin (11/5/2020). ( Baca:Said Didu Siap Diperiksa Kapan pun, Asal di Kediamannya )
Menurut Wijonarko, pelaku mendatangi rumah kontrakan korban yang tak jauh dari kediamannya di Kampung Rawa Bebek. ”Pelaku langsung menghabisi korban. Dua korban itu orang tua dari anak-anak yang diduga memerkosa anak pelaku,” ujarnya.
Wijonarko menuturkan, kedua korban tewas setelah dihantam linggis oleh pelaku berulang kali. Keduanya pun meregang nyawa di RSUD Kota Bekasi akibat luka robek, memar, dan patah tulang pada bagian kepala.
Wijonarko menceritakan, pelaku mendatangi rumah kontrakan korban di lantai dua. Pelaku lebih dahulu mematikan saklar listriknya. Lalu masuk ke kontrakan dan menghantam beberapa kali kedua korban menggunakan linggis. ”Tidak ada perlawanan karena kedua korban sedang tertidur. Saklar lampu juga dimatikan pelaku,” jelasnya.