8 Warga Positif COVID-19 Klaster Hajatan, Satgas Blitar: Rasanya Ingin Menangis
Rabu, 25 November 2020 - 11:03 WIB
Namun di lapangan masih banyak dijumpai prokes tidak sepenuhnya dipatuhi. Setiap hendak dilarang, kata Krisna Yekti, warga akan selalu membandingkan dengan wilayah lain. Kenapa hajatan di daerah lain boleh, sedangkan disini dilarang, selalu menjadi tuntutan warga kepada petugas. Kenyataannya seperti kasus di Desa Tuliskriyo. Paska hajat pernikahan digelar, ternyata muncul klaster baru COVID-19.
"Sebenarnya kita dalam hati menangis, takutnya ada klaster seperti ini (hajatan)," keluh Krisna Yekti. Sebelum ditemukan delapan orang positif COVID-19, petugas telah melakukan swab kepada 20 orang. Sesuai hasil tracing, mereka terindentifikasi telah berkontak erat. Sedangkan mengenai satu orang yang meninggal dunia, kata Krisna Yekti karena memiliki penyakit penyerta (komorbit). "Ada komorbit," tambah Krisna Yekti.
Sementara sampai saat ini Kabupaten Blitar masih berada dalam zona oranye pandemi COVID-19. Menurut Krisna Yekti, mayoritas kasus positif meninggal dunia akhir akhir ini disertai penyakit penyerta. Proses penularan juga lebih banyak melalui transmisi lokal. "Jumlah kasus meninggal kita sampai hari ini sudah 82 kasus," pungkas Krisna Yekti.
Seperti diketahui, tercatat hingga 24 November, jumlah kasus positif COVID-19 di Kabupaten Blitar mencapai 1.055 kasus. Perinciannya, 911 orang sembuh, 82 meninggal dunia, 24 menjalani perawatan di rumah sakit dan selebihnya diisolasi.
"Sebenarnya kita dalam hati menangis, takutnya ada klaster seperti ini (hajatan)," keluh Krisna Yekti. Sebelum ditemukan delapan orang positif COVID-19, petugas telah melakukan swab kepada 20 orang. Sesuai hasil tracing, mereka terindentifikasi telah berkontak erat. Sedangkan mengenai satu orang yang meninggal dunia, kata Krisna Yekti karena memiliki penyakit penyerta (komorbit). "Ada komorbit," tambah Krisna Yekti.
Sementara sampai saat ini Kabupaten Blitar masih berada dalam zona oranye pandemi COVID-19. Menurut Krisna Yekti, mayoritas kasus positif meninggal dunia akhir akhir ini disertai penyakit penyerta. Proses penularan juga lebih banyak melalui transmisi lokal. "Jumlah kasus meninggal kita sampai hari ini sudah 82 kasus," pungkas Krisna Yekti.
Seperti diketahui, tercatat hingga 24 November, jumlah kasus positif COVID-19 di Kabupaten Blitar mencapai 1.055 kasus. Perinciannya, 911 orang sembuh, 82 meninggal dunia, 24 menjalani perawatan di rumah sakit dan selebihnya diisolasi.
(msd)
Lihat Juga :