Poster Habib Rizieq Dibakar Puluhan Pemuda di Depan Gedung DPRD Jabar
Senin, 23 November 2020 - 15:03 WIB
Puluhan pemuda yang menamakan diri Front Pembela Bangsa Peduli COVID-19 membakar poster Habib Rizieq di Depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (13/11/2020). SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
BANDUNG - Pembakaran poster Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kembali terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat . Aksi kali ini terjadi di depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (23/11/2020).
Aksi pembakaran dilakukan puluhan pemuda yang menamakan diri Front Pembela Bangsa Peduli COVID-19. Sebelum membakar poster Habib Rizieq , mereka berunjuk rasa menolak kehadiran Habib Rizieq di Provinsi Jabar. (Baca juga: Habib Rizieq Mau Diperiksa Polisi asal Orang-Orang Ini Ikut Dipanggil)
"Aksi pembakaran poster dan spanduk Rizieq Shihab ini sebagai bentuk penolakan kami terhadap kehadiran Rizieq Shihab di Kota Bandung dan Provinsi Jabar umumnya," tegas Koordinator Front Pembela Bangsa Peduli COVID-19, Anta Anjar di sela-sela aksi. (Baca juga: Diadang Puluhan Simpatisan FPI, Demo Ratusan Massa AKAM di Karawang Bubar)
Menurut Anjar, Habib Rizieq berpotensi memecah belah bangsa karena kerap melontarkan pernyataan-pernyataan keras yang menimbulkan ikondusivitas di tengah-tengah masyarakat.
Aksi pembakaran dilakukan puluhan pemuda yang menamakan diri Front Pembela Bangsa Peduli COVID-19. Sebelum membakar poster Habib Rizieq , mereka berunjuk rasa menolak kehadiran Habib Rizieq di Provinsi Jabar. (Baca juga: Habib Rizieq Mau Diperiksa Polisi asal Orang-Orang Ini Ikut Dipanggil)
"Aksi pembakaran poster dan spanduk Rizieq Shihab ini sebagai bentuk penolakan kami terhadap kehadiran Rizieq Shihab di Kota Bandung dan Provinsi Jabar umumnya," tegas Koordinator Front Pembela Bangsa Peduli COVID-19, Anta Anjar di sela-sela aksi. (Baca juga: Diadang Puluhan Simpatisan FPI, Demo Ratusan Massa AKAM di Karawang Bubar)
Menurut Anjar, Habib Rizieq berpotensi memecah belah bangsa karena kerap melontarkan pernyataan-pernyataan keras yang menimbulkan ikondusivitas di tengah-tengah masyarakat.
Lihat Juga :