Buah Maja, Identitas dan Histori yang Memudar
Jum'at, 13 November 2020 - 05:00 WIB
Konon, penamaan Majapahit itu lantaran pasukan Raden Wijaya yang menemukan buah maja saat membabat lahan untuk kerajaan. Saat itu, para tentara mencoba mencicipi buah maja yang rasanya memang pahit. Disebutlah wilayah itu menjadi Majapahit, kerajaan besar yang memiliki panglima perang tersohor yakni Gajahmada.
Nama buah maja juga tersemat di nama dua nama wilayah kabupaten dan kota di Jawa Timur, yakni Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto. Kedua wilayah administrasi ini juga memiliki sejarah yang lekat dengan Majapahit karena di dua wilayah inilah Kerajaan Majapahit berdiri dan berkuasa di tahun 1293 hingga sekitar tahun 1527.
Bagi masyarakat Mojokerto, nama buah maja sering disebut sebagai buah mojo. Persis dengan Majapahit yang disebut sebagai Mojopahit. Keduanya memang lekat : Mojokerto – Mojopahit. Mojo berarti buah maja, dan Kerto berarti kemakmuran. Dahulu kala, buah maja sangat mudah ditemukan di Mojokerto. Terlebih di wilayah Kecamatan Trowulan yang menjadi sentra Kerajaan Majapahit.(Baca juga: Presiden Jokowi Anugerahkan Bintang Mahaputera Utama kepada Gubernur Khofifah )
Namun, keberadaan buah maja terus meluntur. Entah mungkin karena rasanya yang tidak familiar bagi lidah masyarakat Mojokerto atau lantaran tak terbiasa menggunakannya sebagai obat herbal. Karena alas an itu, buah ini jarang ditanam. Jumlah buah mojo pun semakin sedikit dan mulai sulit ditemui.
Nama buah maja juga tersemat di nama dua nama wilayah kabupaten dan kota di Jawa Timur, yakni Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto. Kedua wilayah administrasi ini juga memiliki sejarah yang lekat dengan Majapahit karena di dua wilayah inilah Kerajaan Majapahit berdiri dan berkuasa di tahun 1293 hingga sekitar tahun 1527.
Bagi masyarakat Mojokerto, nama buah maja sering disebut sebagai buah mojo. Persis dengan Majapahit yang disebut sebagai Mojopahit. Keduanya memang lekat : Mojokerto – Mojopahit. Mojo berarti buah maja, dan Kerto berarti kemakmuran. Dahulu kala, buah maja sangat mudah ditemukan di Mojokerto. Terlebih di wilayah Kecamatan Trowulan yang menjadi sentra Kerajaan Majapahit.(Baca juga: Presiden Jokowi Anugerahkan Bintang Mahaputera Utama kepada Gubernur Khofifah )
Namun, keberadaan buah maja terus meluntur. Entah mungkin karena rasanya yang tidak familiar bagi lidah masyarakat Mojokerto atau lantaran tak terbiasa menggunakannya sebagai obat herbal. Karena alas an itu, buah ini jarang ditanam. Jumlah buah mojo pun semakin sedikit dan mulai sulit ditemui.
Lihat Juga :