Antisipasi Kekeringan, 9 Ribu Ton Pupuk untuk Percepatan Musim Tanam di Tangsel

Rabu, 11 November 2020 - 22:44 WIB
"Kita kemarin karena ada ancaman kekeringan, percepatan tanam kita lakukan. Oleh karena itu, penggunaan 9 ribu (ton) itu sesuai permintaan sudah. Oleh karena itu sekarang ini, tinggal tambahan untuk masuk MT (musim tanam) 1 2020-2021, Oktober-Maret. Ini yang kita persiapkan," jelasnya.

Dia mengatakan, problem sementara ini bersoal pada hal administratif. Di mana Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan tidak sesuai. "Kami sudah kasih petunjuk. Sepanjang itu memang bisa dipercepat dan sesuai SOP tidak ada kesulitan. Dari sisi keterlambatan, intervensi pupuk kalau itu dibutuhkan," sambungnya.

Dari tinjauan ketersediaan stok pupuk di wilayah Tangerang Raya itu, dia berharap bisa meningkatkan produktivitas yang ada. Sehingga secara otomatis, bisa menambah pula suplai hasil pertanian.

"Kita berharap dari hasil intervensi, pupuk kita produktivitasnya sangat meningkat. Ini kerja yang tentu saja diharapkan negara. Bahwa pupuk kan salah satu variabel dalam rangka menghasilkan produktivitas yang kuat, dan hasilnya memang seperti itu. Dengan kesiapan pupuk yang lebih baik tahun 2020 ini, maka hasil produktivitas pertanian juga hasilnya lebih besar," pungkasnya.

Sementara di lokasi yang sama, Direktur UTama (Dirut) PT Pupuk Kujang, Maryadi menegaskan, ketersediaan pupuk subsidi di area Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, dan Banten, masih mencukupi. Totalnya secara stok keseluruhan mencapai 138 ribu ton.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!