Ini Tata Cara RDT COVID-19 Massal Bagi Pengunjung Indogrosir
Sabtu, 09 Mei 2020 - 16:22 WIB
FOTO /Ilustrasi : SINDOnews
SLEMAN - Pemkab Sleman akan melakukan rapid diagnostic test (RDT) COVID-19 massal bagi pengunjung Indogrosir Jalan Magelang Sinduadi, Mlati, Sleman, periode 19 April-4 Mei 2020.
RDT akan dilaksanakan dua tahap di GOR Pangukan, Tridadi, Sleman.Tahap pertama Selasa-Kamis (12-14/5/2020) dan tahap kedua Selasa-Kamis (19-21/2020).
Namun karena kuotanya terbatas tidak semua pengunjung dapat mengikuti RDT tersebut. Pemkab Sleman hanya menyediakan 1500 sesuai dengan kapasitas GOR Pangukan. Sehingga ada beberapa syarat dan ketentuan bagi yang ingin mengikuti RDT.
RDT ini sebagai tindaklanjut dari RDT 300 karyawan dan 44 SPG serta penjaga tenan food court di Indogrosir. Hasilnya 60 orang diketahui reaktif dan harus swab untuk uji polymerase chain reaction (PCR) guna mengetahui apakah negatif atau positif COVID-19.
Mereka menjalai RDT karena dari hasil tracking pasien dalam pengawasan (PDP) kasus 79, dinyatakan positif COVID-19 dan sebelumnya pernah kontak dengan manajemen, karyawan dan pengunjung Indogrosir. Pasien itu sekarang dirawat di RSPAU Hardjolukito. Sehingga RDT ini guna mencegah dan memutus mata rantai COVID-19.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, RDT ini diperlukan sebab kasus Indogrosir telah menjadi klaster baru, sehingga dengan mengetahui hasilnya bisa dilakukan langkah lebih lanjut dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
RDT akan dilaksanakan dua tahap di GOR Pangukan, Tridadi, Sleman.Tahap pertama Selasa-Kamis (12-14/5/2020) dan tahap kedua Selasa-Kamis (19-21/2020).
Namun karena kuotanya terbatas tidak semua pengunjung dapat mengikuti RDT tersebut. Pemkab Sleman hanya menyediakan 1500 sesuai dengan kapasitas GOR Pangukan. Sehingga ada beberapa syarat dan ketentuan bagi yang ingin mengikuti RDT.
RDT ini sebagai tindaklanjut dari RDT 300 karyawan dan 44 SPG serta penjaga tenan food court di Indogrosir. Hasilnya 60 orang diketahui reaktif dan harus swab untuk uji polymerase chain reaction (PCR) guna mengetahui apakah negatif atau positif COVID-19.
Mereka menjalai RDT karena dari hasil tracking pasien dalam pengawasan (PDP) kasus 79, dinyatakan positif COVID-19 dan sebelumnya pernah kontak dengan manajemen, karyawan dan pengunjung Indogrosir. Pasien itu sekarang dirawat di RSPAU Hardjolukito. Sehingga RDT ini guna mencegah dan memutus mata rantai COVID-19.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, RDT ini diperlukan sebab kasus Indogrosir telah menjadi klaster baru, sehingga dengan mengetahui hasilnya bisa dilakukan langkah lebih lanjut dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Lihat Juga :