PSBB Diperpanjang, DKI Diminta Waspadai Potensi Kasus Corona Baru
Senin, 26 Oktober 2020 - 08:19 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta untuk mewaspadai adanya potensi peningkatan kasus Covid-19 setelah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi diperpanjang. Hal demikian disampaikan oleh Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman.
"Melihat data DKI yang memang ada penurunan memang beberapa progres dari kasus, namun potensi bahwa ini akan timbul kasus meningkat kasus baru cukup besar untuk DKI," kata Dicky saat dihubungi di Jakarta, Senin (26/10/2020). (Baca juga: PSBB Transisi DKI Jakarta Lanjut, Ekonom: Dunia Usaha Bisa Bernafas dan Bertahan )
Dicky menjelaskan, potensi itu bisa terjadi lantaran testing sudah bagus tapi tracing di DKI dinilai belum optimal. Sehingga banyaknya kasus yang belum terdeteksi juga besar.
"Karena target WHO (World Health Organization) 80 persen tracing itu sedangkan DKI di bawah 50 persen," ujar Dicky. (Baca juga: PSBB Transisi Jakarta Harus Didukung Daerah Penyangga )
"Melihat data DKI yang memang ada penurunan memang beberapa progres dari kasus, namun potensi bahwa ini akan timbul kasus meningkat kasus baru cukup besar untuk DKI," kata Dicky saat dihubungi di Jakarta, Senin (26/10/2020). (Baca juga: PSBB Transisi DKI Jakarta Lanjut, Ekonom: Dunia Usaha Bisa Bernafas dan Bertahan )
Dicky menjelaskan, potensi itu bisa terjadi lantaran testing sudah bagus tapi tracing di DKI dinilai belum optimal. Sehingga banyaknya kasus yang belum terdeteksi juga besar.
"Karena target WHO (World Health Organization) 80 persen tracing itu sedangkan DKI di bawah 50 persen," ujar Dicky. (Baca juga: PSBB Transisi Jakarta Harus Didukung Daerah Penyangga )
Lihat Juga :