Tangan 2 Korban Pembacokan di Panakkukang Terpaksa Diamputasi
Minggu, 25 Oktober 2020 - 19:02 WIB
“Anaknya itu masuk setengah lima, kemarin. Rencana mau dioperasi habis maghrib, cuman kondisinya riskan untuk dikerja, hemoglobin (Hb) itu hanya 7 normalnya 10. Pucat itu ibu, jadi kita tunggu kondisinya agak baik dulu baru kita operasi," beber dia.
Arman menjelaskan pihaknya terpaksa mengamputasi bagian lengan atas bahu kanan SF akibat luka bacok yang memutus otot saraf serta pembuluh darah. (Baca Juga: Cinta Ditolak, Napi Asimilasi Bacok Wanita Idamannya)
"Luka lain di paha kanan itu robek sekitar 20 centimeter, sudah dijahit. Lalu lengan bawah kiri, itu juga dijahit robekan sekitar 8 cm, Betis kiri bawah luka robek disertai patah tulang, sudah dijahit, dibersihkan baru dipasangi gips. Kemudian dahi kiri robek lebar, sudah dijahit. Kondisinya pasca operasi masih dalam pengaruh bius, tapi mudah-mudahan makin baik," jelasnya.
Meski begitu, Arman berencana memasangkan Central Venous Pressure (CVP) atau alat kateter di bagian leher untuk mempermudah pengobatan dalam pemulihan pasca operas.
"Biar obat atau caiiran bisa masuk. Alhamdulillah dua korban ibu dan anak ini sudah aman setelah dioperasi. Nanti akan dikontrol sama dokter anestesi. Kalau anaknya itu masih di ruang ICU karena baru-baru selesai operasi, jadi masih pucat untuk follow upnya ditangani dokter anestesi," paparnya.
Arman menjelaskan pihaknya terpaksa mengamputasi bagian lengan atas bahu kanan SF akibat luka bacok yang memutus otot saraf serta pembuluh darah. (Baca Juga: Cinta Ditolak, Napi Asimilasi Bacok Wanita Idamannya)
"Luka lain di paha kanan itu robek sekitar 20 centimeter, sudah dijahit. Lalu lengan bawah kiri, itu juga dijahit robekan sekitar 8 cm, Betis kiri bawah luka robek disertai patah tulang, sudah dijahit, dibersihkan baru dipasangi gips. Kemudian dahi kiri robek lebar, sudah dijahit. Kondisinya pasca operasi masih dalam pengaruh bius, tapi mudah-mudahan makin baik," jelasnya.
Meski begitu, Arman berencana memasangkan Central Venous Pressure (CVP) atau alat kateter di bagian leher untuk mempermudah pengobatan dalam pemulihan pasca operas.
"Biar obat atau caiiran bisa masuk. Alhamdulillah dua korban ibu dan anak ini sudah aman setelah dioperasi. Nanti akan dikontrol sama dokter anestesi. Kalau anaknya itu masih di ruang ICU karena baru-baru selesai operasi, jadi masih pucat untuk follow upnya ditangani dokter anestesi," paparnya.
(nic)
Lihat Juga :