Kinerja Buruk, Serapan Anggaran Kabupaten Bekasi Baru 40%
Kamis, 22 Oktober 2020 - 06:39 WIB
Serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi pada 2020 baru mencapai 40%. Ilustrasi/SINDOnews
BEKASI - Serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi pada 2020 baru mencapai 40%. Padahal, saat ini sudah memasuki triwulan keempat. Lemahnya penyerapan anggaran itu lantaran kinerja buruk disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bekasi, Selamet Supriyadi menyampaikan, dari hasil rekapitulasi serapan hingga mendekati akhir bulan ini dari sekitar Rp 6,3 triliun APBD tahun 2020, angka terserap belum mencapai 50%. "Untuk serapan anggaran memang masih rendah, sebab yang paling banyak ada di bidang fisik," katanya, Kamis (22/10/2020).
Dalam memastikan penyerapan APBD bisa berjalan sesuai dengan perencanaan, dari sisa waktu tahun 2020 yang kini hanya tinggal sekitar dua bulan lagi sudah berkomunikasi dengan pihak BJB. (Baca juga; Tangani Covid, Puluhan Pegawai Pemkot Bekasi Dijadikan Tenaga Medis )
"Tahun ini, waktu penggunaan anggaran lebih cepat. Sebab kan nanti ada cuti bersama. Jadi waktu kerja ke depan hanya tinggal sekitar enam mingguan. Oleh sebab itu, kami akan maksimalkan, salah satunya berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak bank dan dinas terkait," ucapnya.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bekasi, Selamet Supriyadi menyampaikan, dari hasil rekapitulasi serapan hingga mendekati akhir bulan ini dari sekitar Rp 6,3 triliun APBD tahun 2020, angka terserap belum mencapai 50%. "Untuk serapan anggaran memang masih rendah, sebab yang paling banyak ada di bidang fisik," katanya, Kamis (22/10/2020).
Dalam memastikan penyerapan APBD bisa berjalan sesuai dengan perencanaan, dari sisa waktu tahun 2020 yang kini hanya tinggal sekitar dua bulan lagi sudah berkomunikasi dengan pihak BJB. (Baca juga; Tangani Covid, Puluhan Pegawai Pemkot Bekasi Dijadikan Tenaga Medis )
"Tahun ini, waktu penggunaan anggaran lebih cepat. Sebab kan nanti ada cuti bersama. Jadi waktu kerja ke depan hanya tinggal sekitar enam mingguan. Oleh sebab itu, kami akan maksimalkan, salah satunya berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak bank dan dinas terkait," ucapnya.
Lihat Juga :