Gembong Narkoba Kabur dari Lapas, Kemenkumham Diminta Berbenah
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 14:28 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) diminta untuk berbenah diri pascakaburnya terpidana mati yang juga gembong narkoba asal China, Cai Changpan alias Cai Ji Fan (53), dari Lapas Tangerang, Banten. Menkumham Yasonna Laoly juga diminta tegas untuk memberikan sanks kepada jajarannya yang terlibat kasus itu.
Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah meminta Menteri Yassona untuk bertindak tegas atas kaburnya Cai Changpan alias Cai Ji Fan, 53. Pasalnya sudah sebulan berlalu napi WNA Cina itu tak juga ditangkap dan pemeriksaan petugas tak juga rampung.
"Dirjen PAS juga harus diberi peringatan, karena sampai satu bulan ini tidak ada perkembangan, harusnya mengundurkan diri," katanya dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2020). (Baca juga: Cai Changpan Diduga Sudah Lama Rencanakan Pelariannya dari Lapas Tangerang)
Dikatakan Trubus, menteri hukum dan HAM harus segera mencopot ketiga pejabat tersebut. Hal itu sebagai pertanggungjawaban publik, sehingga ada transparansi, dan siapa yang bertanggung jawab. "Jadi harus dicopot semua supaya tidak terulang kembali, apalagi masalah ini sudah berulang-ulang terjadi dan hanya mengorbankan pegawai-pegawai kecil saja," ujarnya.
Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah meminta Menteri Yassona untuk bertindak tegas atas kaburnya Cai Changpan alias Cai Ji Fan, 53. Pasalnya sudah sebulan berlalu napi WNA Cina itu tak juga ditangkap dan pemeriksaan petugas tak juga rampung.
"Dirjen PAS juga harus diberi peringatan, karena sampai satu bulan ini tidak ada perkembangan, harusnya mengundurkan diri," katanya dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2020). (Baca juga: Cai Changpan Diduga Sudah Lama Rencanakan Pelariannya dari Lapas Tangerang)
Dikatakan Trubus, menteri hukum dan HAM harus segera mencopot ketiga pejabat tersebut. Hal itu sebagai pertanggungjawaban publik, sehingga ada transparansi, dan siapa yang bertanggung jawab. "Jadi harus dicopot semua supaya tidak terulang kembali, apalagi masalah ini sudah berulang-ulang terjadi dan hanya mengorbankan pegawai-pegawai kecil saja," ujarnya.
Lihat Juga :