Miris! Begini Kondisi Kehidupan Keluarga Rangga korban Pembunuhan karena Bela Ibunya dari Pemerkosaan
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 09:25 WIB
Rangga korban pembunuhan di Aceh Timur adalah termasuk dalam keluarga miskin. Selain kehidupan yang pas pasan mereka hanya memiliki rumah yang tidak layak huni. Foto iNews TV/Maulidin
ACEH TIMUR - Rangga korban pembunuhan karena membela ibunya yang diperkosa di Aceh Timur adalah termasuk dalam katagori keluarga miskin. Selain kehidupan yang pas pasan mereka hanya memiliki rumah yang tidak layak huni. Namun kondisi kehidupan keluarga ini luput dari perhatian pemerintah karena terletak di pelosok kampung sehingga tidak mendapatkan bantuan.
Berdasarkan pengamatan selain berdinding papan limbah juga beratap seng bekas, rumah yang berada di Desa Alue Gadeng, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur ini hanya berlantai tanah. Bahkan tidak terlihat tempat tidur maupun kasur dalam rumah tersebut, yang terlihat hanya dipan yang terbuat dari papan dengan bantal. Di tempat itulah Rangga bersama ibu adik dan ayahnya tidur yang hanya beralaskan tikar. (Baca juga: Bela Ibu yang Hendak Diperkosa Bocah 9 Tahun Tewas Dibacok Pemerkosa)
Kehidupan keluarga ini tergolong sangat miskin, Aiyub ayah Rangga tidak memiliki pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya. Aiyub sang ayah korban bekerja sebagai pencari ikan air tawar. Bahkan saat peristiwa pemerkosaan istrinya Dina dan pembunuhan anaknya Rangga, Aiyub sedang mencari ikan di sungai.
Aiyub dan Dina mempunyai dua orang putera, pertama Rangga (9) yang menjadi korban pembunuhan dan Farid yang baru berusia lima tahun. ( Bisa diklik: Ustaz Abdul Somad: Ananda Rangga, Engkau Mulia dengan Derajat Syahid)
Kondisi kehidupan keluarga ini pasca kejadian pemerkosaan dan pembunuhan kini menjadi perhatian publik.
Berdasarkan pengamatan selain berdinding papan limbah juga beratap seng bekas, rumah yang berada di Desa Alue Gadeng, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur ini hanya berlantai tanah. Bahkan tidak terlihat tempat tidur maupun kasur dalam rumah tersebut, yang terlihat hanya dipan yang terbuat dari papan dengan bantal. Di tempat itulah Rangga bersama ibu adik dan ayahnya tidur yang hanya beralaskan tikar. (Baca juga: Bela Ibu yang Hendak Diperkosa Bocah 9 Tahun Tewas Dibacok Pemerkosa)
Kehidupan keluarga ini tergolong sangat miskin, Aiyub ayah Rangga tidak memiliki pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya. Aiyub sang ayah korban bekerja sebagai pencari ikan air tawar. Bahkan saat peristiwa pemerkosaan istrinya Dina dan pembunuhan anaknya Rangga, Aiyub sedang mencari ikan di sungai.
Aiyub dan Dina mempunyai dua orang putera, pertama Rangga (9) yang menjadi korban pembunuhan dan Farid yang baru berusia lima tahun. ( Bisa diklik: Ustaz Abdul Somad: Ananda Rangga, Engkau Mulia dengan Derajat Syahid)
Kondisi kehidupan keluarga ini pasca kejadian pemerkosaan dan pembunuhan kini menjadi perhatian publik.