Bentrok dengan Polisi, Delapan Mahasiswa Bekasi Terluka Parah
Rabu, 07 Oktober 2020 - 21:03 WIB
Korban bentrokan antara mahasiswa dan polisi saat demo tolak UU Cipta Kerja di Bekasi. Foto/Istimewa
BEKASI - Sebanyak delapan mahasiswa mengalami luka-luka setelah terlibat bentrok dengan petugas kepolisian dalam aksi menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja di Kawasan Jababeka, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (7/10/2020). Dua mahasiswa mengalami luka parah dirawat secara intensif di rumah sakit.
Sedangkan enam mahasiswa lainnya mengalami luka sedang dan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan."Yang masih dirawat karena luka berat yakni Nasrul dan Morsidik di RS Sentra Medika,” kata Ketua BEM FEBIS Universitas Pelita Bangsa Cikarang, Suhendar.
Korban bernama Nasrul itu merupakan Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pelita Bangsa. Dia mengalami luka di bagian kepala sedangkan Morsidik mengalami luka bagian pelipis mata.
"Itu (yang luka di kepala) mungkin ya (kena) pukulan, cuma yang kena (luka) mata itu kemungkinan (terkena) gas air mata,” ujarnya. (Baca juga: Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa dan Polisi di Bekasi Bentrok )
Suhendar menjelaskan, bentrok terjadi diduga karena adanya penyusup ke dalam bagian mahasiswa. Soalnya, terlihat ada beberapa orang tanpa atribut dan almamater merangsek masuk dibarisan demo. “Engak pakai almamater, tiba gabung dan mereka yang anarkis, kita yang kena,” ungkapnya.
Para mahasiswa terpancing provokasi sehingga terlibat bentrok dengan aparat Kepolisian. Alhasil, terjadilah saling lempar batu dan botol antara mahasiswa demonstran dan pihak kepolian dan terjadilah bentrokan yang tidak berlangsung lama tersebut.
Sedangkan enam mahasiswa lainnya mengalami luka sedang dan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan."Yang masih dirawat karena luka berat yakni Nasrul dan Morsidik di RS Sentra Medika,” kata Ketua BEM FEBIS Universitas Pelita Bangsa Cikarang, Suhendar.
Korban bernama Nasrul itu merupakan Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pelita Bangsa. Dia mengalami luka di bagian kepala sedangkan Morsidik mengalami luka bagian pelipis mata.
"Itu (yang luka di kepala) mungkin ya (kena) pukulan, cuma yang kena (luka) mata itu kemungkinan (terkena) gas air mata,” ujarnya. (Baca juga: Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa dan Polisi di Bekasi Bentrok )
Suhendar menjelaskan, bentrok terjadi diduga karena adanya penyusup ke dalam bagian mahasiswa. Soalnya, terlihat ada beberapa orang tanpa atribut dan almamater merangsek masuk dibarisan demo. “Engak pakai almamater, tiba gabung dan mereka yang anarkis, kita yang kena,” ungkapnya.
Para mahasiswa terpancing provokasi sehingga terlibat bentrok dengan aparat Kepolisian. Alhasil, terjadilah saling lempar batu dan botol antara mahasiswa demonstran dan pihak kepolian dan terjadilah bentrokan yang tidak berlangsung lama tersebut.
Lihat Juga :