Albertus-John Tawarkan Program untuk Stabilitas Harga Pangan
Minggu, 04 Oktober 2020 - 16:03 WIB
Calon Bupati Tana Toraja Albertus Patarru saat berkunjung di Pasar Sentral Makale. Foto: Istimewa
TORAJA - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja Albertus Patarru-John Diplomasi (Al-John), menawarkan program untuk menjaga stabilitas harga pangan di daerah tersebut.
Hal ini disampaikan Calon Bupati Tana Toraja nomor urut 3 Albertus Patarru, saat mengunjungi Pasar Sentral Makale.
"Kami menawarkan reformasi kebijakan pangan. Pemerintah harus hadir memberikan solusi sebagai wujud kepedulian mengenai harga pangan yang terbilang mahal," jelas Albertus Patarru, Minggu (4/10/2020).
Baca Juga: Garda Muda Siap Menangkan Pasangan Albert-John di Pilkada Tana Toraja 2020
Dirinya menilai, harga pangan di Tana Toraja terbilang tinggi bila dibandingkan dengan beberapa kabupaten tetangga dan sekitarnya. Hal ini disebabkan jumlah produksi pangan di Tana Toraja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.
“Masyarakat kurang mampu adalah yang paling terkena dampak dari mahalnya harga pangan. Mereka yang penghasilannya di bawah UMR setiap bulan tentu tidak punya banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Hal ini tentu akan berdampak pada kondisi kesehatan mereka, terutama anak-anak. Anak-anak menjadi rawan terkena stunting dan penyakit lainnya,” jelas Albertus.
Hal ini disampaikan Calon Bupati Tana Toraja nomor urut 3 Albertus Patarru, saat mengunjungi Pasar Sentral Makale.
"Kami menawarkan reformasi kebijakan pangan. Pemerintah harus hadir memberikan solusi sebagai wujud kepedulian mengenai harga pangan yang terbilang mahal," jelas Albertus Patarru, Minggu (4/10/2020).
Baca Juga: Garda Muda Siap Menangkan Pasangan Albert-John di Pilkada Tana Toraja 2020
Dirinya menilai, harga pangan di Tana Toraja terbilang tinggi bila dibandingkan dengan beberapa kabupaten tetangga dan sekitarnya. Hal ini disebabkan jumlah produksi pangan di Tana Toraja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.
“Masyarakat kurang mampu adalah yang paling terkena dampak dari mahalnya harga pangan. Mereka yang penghasilannya di bawah UMR setiap bulan tentu tidak punya banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Hal ini tentu akan berdampak pada kondisi kesehatan mereka, terutama anak-anak. Anak-anak menjadi rawan terkena stunting dan penyakit lainnya,” jelas Albertus.
Lihat Juga :