Ganjar: Penyelenggara Dangdutan di Tegal Seharusnya Disanksi
Kamis, 24 September 2020 - 15:42 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/dok
SEMARANG - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyayangkan acara dangdutan di Kota Tegal, Rabu (23/9/2020) malam.
Acara tersebut merupakan pesta nikah dan khitanan yang digelar Wakil Ketua DPRD KotaTegal, Wasmadi Edi Susilo.
Ganjar mengaku telah berkomunikasi dengan Wakil Wali Kota (Wawalkot) Tegal, Jumadi perihal ini. Dia bahkan menghubungi Wawalkot Tegal siang hari sebelum acara dangdut terlaksana.
“Pak Wakil Wali Kota sudah saya minta tolong komunikasikan dengan wakil ketua DPRD itu untuk mereka boleh menyelenggarakan pernikahan, tapi itu dibatasi. Nah, kalau itu dibatasi sebenarnya insya allah aman. Soal resepsinya itu nggak usah lah nanti dulu aja ditunda,” ucap Ganjar, Kamis (24/9/2020).
Ia sendiri mengaku terkejut lantaran acara dangdutan pada malam harinya tetap berjalan. Bahkan dihadiri banyak warga dan menimbulkan kerumunan.
Apalagi menurutnya, perkembangan penanganan COVID-19 di Jateng saat ini masih belum bagus. Meski sudah menunjukkan penurunan, namun Ganjar tak menginginkan hal ini jadi kesempatan untuk memunculkan potensi berbahaya.
Acara tersebut merupakan pesta nikah dan khitanan yang digelar Wakil Ketua DPRD KotaTegal, Wasmadi Edi Susilo.
Ganjar mengaku telah berkomunikasi dengan Wakil Wali Kota (Wawalkot) Tegal, Jumadi perihal ini. Dia bahkan menghubungi Wawalkot Tegal siang hari sebelum acara dangdut terlaksana.
“Pak Wakil Wali Kota sudah saya minta tolong komunikasikan dengan wakil ketua DPRD itu untuk mereka boleh menyelenggarakan pernikahan, tapi itu dibatasi. Nah, kalau itu dibatasi sebenarnya insya allah aman. Soal resepsinya itu nggak usah lah nanti dulu aja ditunda,” ucap Ganjar, Kamis (24/9/2020).
Ia sendiri mengaku terkejut lantaran acara dangdutan pada malam harinya tetap berjalan. Bahkan dihadiri banyak warga dan menimbulkan kerumunan.
Apalagi menurutnya, perkembangan penanganan COVID-19 di Jateng saat ini masih belum bagus. Meski sudah menunjukkan penurunan, namun Ganjar tak menginginkan hal ini jadi kesempatan untuk memunculkan potensi berbahaya.
Lihat Juga :