Bangun Budaya Peduli Lingkungan, SDN Keranggan Tangsel Bidik Adiwiyata Nasional
Selasa, 14 Juli 2026 - 20:51 WIB
Baca juga: Menteri Hanif Dorong Sekolah Rakyat Tabanan Jadi Model Pendidikan Ramah Lingkungan
Pengelolaan sampah menjadi salah satu program utama. Sekolah menerapkan prinsip 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle. Melalui prinsip itu, warga sekolah didorong mengurangi volume sampah hingga mengolahnya menjadi produk bermanfaat.
"Dengan dukungan guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat, UPTD SD Negeri Keranggan optimistis mewujudkan lingkungan sekolah yang hijau, bersih, sehat, dan berkelanjutan," ungkapnya.
Upaya mengurangi sampah juga dilakukan dengan membangun kebiasaan membawa botol minum dan tempat makan sendiri. Langkah sederhana itu diharapkan dapat menekan penggunaan plastik sekali pakai.
Salah satu contoh lain yang diajarkan kepada peserta didik adalah memilah dan menempatkan sampah-sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.
Sampah organik, seperti daun kering dan sisa tanaman, dapat diolah menjadi kompos. Sementara itu, sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna dikumpulkan untuk disalurkan atau dimanfaatkan kembali.
Di samping itu, program penghijauan turut diperkuat dengan penanaman dan perawatan berbagai jenis tumbuhan. Sedang konservasi air dilakukan juga melalui pembiasaan menggunakan air secara hemat dan menjaga kebersihan saluran air.
Pengelolaan sampah menjadi salah satu program utama. Sekolah menerapkan prinsip 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle. Melalui prinsip itu, warga sekolah didorong mengurangi volume sampah hingga mengolahnya menjadi produk bermanfaat.
"Dengan dukungan guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat, UPTD SD Negeri Keranggan optimistis mewujudkan lingkungan sekolah yang hijau, bersih, sehat, dan berkelanjutan," ungkapnya.
Upaya mengurangi sampah juga dilakukan dengan membangun kebiasaan membawa botol minum dan tempat makan sendiri. Langkah sederhana itu diharapkan dapat menekan penggunaan plastik sekali pakai.
Salah satu contoh lain yang diajarkan kepada peserta didik adalah memilah dan menempatkan sampah-sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.
Sampah organik, seperti daun kering dan sisa tanaman, dapat diolah menjadi kompos. Sementara itu, sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna dikumpulkan untuk disalurkan atau dimanfaatkan kembali.
Di samping itu, program penghijauan turut diperkuat dengan penanaman dan perawatan berbagai jenis tumbuhan. Sedang konservasi air dilakukan juga melalui pembiasaan menggunakan air secara hemat dan menjaga kebersihan saluran air.
Lihat Juga :