Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:34 WIB
Ketua Tim PKM Harry Budiantoro, menjelaskan limbah perikanan, khususnya bangkai ikan, selama ini masih banyak dibuang begitu saja sehingga menimbulkan bau tidak sedap, meningkatkan risiko pencemaran lingkungan, serta berpotensi menjadi sumber penyebaran penyakit. Padahal limbah tersebut memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai ekonomi apabila diolah dengan teknologi yang tepat.

Melalui program ini, tim Universitas Yarsi memperkenalkan teknologi fermentasi sederhana yang mengubah limbah ikan menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Teknologi tersebut dipilih karena mudah diterapkan oleh kelompok pembudidaya ikan, tidak membutuhkan peralatan yang rumit, serta memiliki biaya produksi yang relatif rendah. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, POC yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada sektor pertanian maupun sistem pertanian dan perikanan terpadu.

“Tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tim PKM juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada mitra. Materi yang diberikan meliputi pemilahan bahan baku, proses fermentasi, pengendalian kualitas, penyimpanan produk, hingga pemanfaatan POC secara optimal. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian masyarakat dalam mengelola limbah perikanan secara berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Lihat video: Prabowo Bertemu PM Kanada Justin Trudeau, Bahas Kerja Sama Perikanan

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!