Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:32 WIB
Tracon Industri bersama Pupuk Kujang dan sejumlah entitas lain di lingkup PT Pupuk Indonesia kolaborasi penanaman 10.800 bibit mangrove di Dusun Tangkolak, Kabupaten Karawang, Senin (6/7/2026). Foto/Dok. SindoNews
KARAWANG - Tantangan perubahan iklim dan ancaman abrasi yang terjadi di berbagai wilayah pesisir Indonesia terus meningkat. PT Tracon Industri turut mengambil langkah nyata dalam upaya mitigasi melalui partisipasinya dalam program kolaborasi penanaman mangrove yang diselenggarakan PT Pupuk Kujang bersama sejumlah entitas di lingkup PT Pupuk Indonesia (Persero).

PT Tracon Industri berpartisipasi menanam 500 bibit mangrove di kawasan Dusun Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (6/7/2026). Hal ini sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pemulihan ekosistem dan komitmen pada pembangunan berkelanjutan. Baca juga: Menuju Tata Kelola Pesisir Terintegrasi, Pemerintah Dorong Mangrove sebagai Solusi Berbasis Alam



Kehadiran jajaran manajemen dan karyawan yang terlibat langsung di lapangan menjadi cerminan komitmen kuat dari PT Tracon Industri. Langkah ini bukan sekedar seremonial melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mitigasi abrasi dan pemulihan ekosistem pesisir yang menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat setempat.

Direktur Utama PT Tracon Industri, Muhammad Badri Halim menjelaskan, stabilitas ekosistem adalah fondasi operasional yang tidak kalah penting dengan berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan menciptakan dampak positif yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Perusahaan tidak hanya memiliki tanggung jawab nilai ekonomi, tetapi juga wajib menjaga lingkungan dan keberlanjutan wilayah tempat kita beroperasi.

Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, PT Tracon Industri ingin mengambil bagian dalam upaya membangun garis pertahanan alami pesisir yang akan melindungi lingkungan sekitar dari dampak abrasi . ”Sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar yang kehidupannya sangat bergantung pada kesehatan ekosistem pantai,” katanya.

Menjadi salah satu wilayah pesisir di Pantai Utara Jawa, Dusun Tangkolak yang berhadapan langsung dengan laut menghadapi berbagai tantangan lingkungan, termasuk abrasi yang dapat menggerus garis pantai. Dalam konteks ini, penanaman mangrove berfungsi sebagai benteng alami yang mampu meredam gelombang, menahan laju sedimentasi, serta mencegah kerusakan garis pantai yang lebih masif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!