Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Jum'at, 26 Juni 2026 - 16:04 WIB
Polda Jawa Barat mengungkap jejak penyekapan dan penganiayaan brutal oleh tersangka Taufik Hidayat (30) terhadap kekasihnya, YTR (29) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto/Ist
BANDUNG - Polda Jawa Barat mengungkap jejak penyekapan dan penganiayaan brutal oleh tersangka Taufik Hidayat (30) terhadap kekasihnya, YTR (29) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dari hasil pengungkapan, pelaku diduga telah melakukan penganiayaan brutal terhadap korban hingga buta.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan pelaku diduga melakukan penganiayaan terhadap korban di empat lokasi berbeda. Seluruh lokasi tersebut merupakan tempat tinggal keduanya selama menjalani hubungan.
Baca juga: Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
"Berdasarkan informasi yang kami temukan ada empat lokasi tempat tinggal mereka dan sudah kami lakukan olah TKP," ujar Rudi dalam konferensi pers, Jumat (26/6/2026).
Rudi menjelaskan, lokasi pertama tempat tinggal keduanya berada di kawasan Cicaheum, Kiaracondong, Kota Bandung. Korban dan pelaku tinggal di indekos tersebut sejak Mei 2024 hingga September 2024.
"Dari keterangan beberapa saksi, di tempat ini korban mengalami kekerasan dipukul dan disundut rokok," ujar Rudi.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan pelaku diduga melakukan penganiayaan terhadap korban di empat lokasi berbeda. Seluruh lokasi tersebut merupakan tempat tinggal keduanya selama menjalani hubungan.
Baca juga: Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
"Berdasarkan informasi yang kami temukan ada empat lokasi tempat tinggal mereka dan sudah kami lakukan olah TKP," ujar Rudi dalam konferensi pers, Jumat (26/6/2026).
Rudi menjelaskan, lokasi pertama tempat tinggal keduanya berada di kawasan Cicaheum, Kiaracondong, Kota Bandung. Korban dan pelaku tinggal di indekos tersebut sejak Mei 2024 hingga September 2024.
"Dari keterangan beberapa saksi, di tempat ini korban mengalami kekerasan dipukul dan disundut rokok," ujar Rudi.