Calon Ketum PBNU Gus Salam Temui Sejumlah Tokoh NU Jawa Barat
Kamis, 23 April 2026 - 17:44 WIB
Gus Ayis yang mendampingi Gus Salam menjelaskan, Ajengan Sofyan selalu memperhatikan perkembangan NU. Beliau memiliki harapan besar agar NU benar-benar mandiri sebagai jam’iyyah yang mempunyai tugas dan tanggung jawab besar, sebagaimana karakter pesantren dibangun diatas kemandiriannya. Karenanya, NU dan Pesantren tidak bisa dipisahkan.
“Ketua Umum PBNU harus dari kader pesantren. Dan, saatnya dzurriyah muassis NU tampil menjadi pimpinan tanfidziyah PBNU,” ujar Gus Ayis.
Lihat video: Harlah NU ke-100! Tokoh Nasional & Menteri Hadir di Momen Bersejarah
Terpisah, Gus Salam menyatakan sowan ke KH Sofyan Yahya untuk tabarrukan teladan pengalaman beliau dalam memimpin NU Jawa Barat. Termasuk memohon doa restu atas iktiarnya dalam Muktamar ke-35.
“Ajengan Sofyan memberi penegasan bahwa NU adalah benteng akhlak dan moralitas dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Dan, harus tetap dijaga sampai kapan pun serta dalam kondisi apa pun. Semua dinamika Muktamar harus dilandasi akhlak yang baik dan terhindar dari money politics,” tambahnya menirukan pesan Ajengan Sofyan.
“Ketua Umum PBNU harus dari kader pesantren. Dan, saatnya dzurriyah muassis NU tampil menjadi pimpinan tanfidziyah PBNU,” ujar Gus Ayis.
Lihat video: Harlah NU ke-100! Tokoh Nasional & Menteri Hadir di Momen Bersejarah
Terpisah, Gus Salam menyatakan sowan ke KH Sofyan Yahya untuk tabarrukan teladan pengalaman beliau dalam memimpin NU Jawa Barat. Termasuk memohon doa restu atas iktiarnya dalam Muktamar ke-35.
“Ajengan Sofyan memberi penegasan bahwa NU adalah benteng akhlak dan moralitas dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Dan, harus tetap dijaga sampai kapan pun serta dalam kondisi apa pun. Semua dinamika Muktamar harus dilandasi akhlak yang baik dan terhindar dari money politics,” tambahnya menirukan pesan Ajengan Sofyan.
Lihat Juga :