Wali Kota Jaktim Tinjau Try Out Gratis Pelajar KJP
Selasa, 07 April 2026 - 19:20 WIB
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin meninjau langsung pelaksanaan program Intensive UTBK Naiju sebagai tindak lanjut dari program try out gratis bagi pelajar penerima KJP di Kantor Naiju, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Foto: Ist
JAKARTA - Wali Kota Jakarta Timur Munjirin meninjau langsung pelaksanaan program Intensive UTBK Naiju sebagai tindak lanjut dari program try out gratis bagi pelajar penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) di Kantor Naiju, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Program ini merupakan tahap lanjutan dari rangkaian try out gratis yang sebelumnya digelar Pemkot Jakarta Timur bersama Naiju sebanyak 5 kali.
Melalui program intensif tersebut, puluhan siswa kelas 12 dari keluarga kurang mampu dipersiapkan secara khusus untuk menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Baca juga: Siapkan Siswa Masuk PTN, Pramono Luncurkan KJP Try Out Perdana di Jakarta
Munjirin mengatakan, program intensif ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi siswa penerima KJP. Dia berharap seluruh peserta yang mengikuti program dapat diterima di perguruan tinggi negeri.
Dari hasil try out yang telah dilaksanakan, sebanyak 15 peserta didik diketahui telah mendapatkan panggilan dari universitas negeri melalui jalur undangan. Sementara itu, program intensif yang awalnya hanya menampung 20 peserta kemudian ditambah menjadi 30 peserta karena tingginya antusiasme pelajar dan permintaan dari pihak sekolah serta orang tua.
Melalui program intensif tersebut, puluhan siswa kelas 12 dari keluarga kurang mampu dipersiapkan secara khusus untuk menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Baca juga: Siapkan Siswa Masuk PTN, Pramono Luncurkan KJP Try Out Perdana di Jakarta
Munjirin mengatakan, program intensif ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi siswa penerima KJP. Dia berharap seluruh peserta yang mengikuti program dapat diterima di perguruan tinggi negeri.
Dari hasil try out yang telah dilaksanakan, sebanyak 15 peserta didik diketahui telah mendapatkan panggilan dari universitas negeri melalui jalur undangan. Sementara itu, program intensif yang awalnya hanya menampung 20 peserta kemudian ditambah menjadi 30 peserta karena tingginya antusiasme pelajar dan permintaan dari pihak sekolah serta orang tua.
Lihat Juga :