WNA Ngamuk di Gili Trawangan Mendengar Tadarusan, PBNU Ingatkan Soal Adab Penggunaan Pengeras Suara

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:39 WIB
Gus Fahrur menegaskan bahwa prinsip utama dalam menjalankan ibadah adalah tidak merugikan orang lain. Ia menekankan bahwa meskipun bertadarus merupakan amalan yang sangat mulia, pelaksanaannya tetap harus mempertimbangkan situasi dan kondisi lingkungan sekitar.

“Membaca Al-Qur'an (tadarus) adalah ibadah yang sangat mulia. Namun jika dilakukan dengan cara yang mengganggu ketenangan masyarakat, hukumnya bisa berubah menjadi makruh atau bahkan haram,” tuturnya.

Baca juga: Keutamaan Tadarus Al-Qur'an Berjamaah di Malam Ramadan

Ia pun mengimbau agar seluruh pihak bijak menyikapi persoalan tersebut dan menjaga keharmonisan sosial, khususnya di kawasan yang juga menjadi destinasi wisata internasional.

“Hendaknya diperhatikan kondisi dan situasi sekitar, agar suasana tetap terjaga kondusif dan harmonis,” pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!