Anggara Treasures Rayakan 2 Tahun Perjalanan Imperial Feng Shui di Jakarta
Rabu, 11 Februari 2026 - 13:11 WIB
Perayaan ulang tahun ke-2 Anggara Treasures di Jakarta pada Sabtu (7/2/2026). FOTO/IST
JAKARTA - Seni tradisional menata lingkungan untuk mendapatkan keseimbangan dalam hidup atau lebih dikenal sebagai feng shui masih banyak dipraktikkan masyarakat modern saat ini. Mereka tidak menganggap ilmu warisan Tiongkok kuno itu sekadar mitos tapi sistem pengelolaan energi yang dapat dipelajari dan diterapkan.
Founder Anggara Treasures, Rezza Anggara menjelaskan, prinsip feng shui klasik yang dahulu digunakan dalam sistem kerajaan dapat diterjemahkan secara relevan untuk kehidupan personal maupun strategi bisnis masa kini. Sebagai pelopor Imperial Feng Shui modern di Indonesia yang mengusung filosofi "Rahasia Para Kaisar", Anggara Treasures menghadirkan pendekatan yang rasional dan terstruktur, sehingga feng shui tidak lagi dipandang sebagai kepercayaan semata.
"Imperial Feng Shui bukan mitos. Ini adalah sistem strategis yang dahulu digunakan para kaisar untuk menjaga stabilitas kekuasaan, kesehatan, dan kemakmuran. Prinsip yang sama masih relevan hingga hari ini jika dipahami dengan benar," kata Rezza Anggara dalam perayaan ulang tahun ke-2 Anggara Treasures di Jakarta pada Sabtu (7/2/2026).
Rezza Anggara mengatakan, dua tahun perjalanan ini bukan hanya tentang pertumbuhan bisnis, tetapi juga tentang konsistensi dalam membangun literasi publik terhadap feng shui berbasis sistem dan logika energi.
Pendekatan utama yang diperkenalkan adalah reharmonisasi tanpa renovasi, yaitu optimalisasi energi tata ruang tanpa perlu perubahan struktural besar yang mahal dan memakan waktu. Konsep ini menjadi solusi praktis bagi masyarakat modern yang menginginkan keseimbangan hidup, produktivitas, dan keberlanjutan tanpa harus melakukan renovasi fisik secara ekstrem.
Dalam seremoni yang dihadiri oleh klien, praktisi, serta komunitas yang memiliki ketertarikan pada Feng shui, BaZi, dan pengembangan diri berbasis energi, juga diluncurkan berbagai inovasi baru, baik dari sisi edukasi, publikasi, maupun transformasi digital.
Founder Anggara Treasures, Rezza Anggara menjelaskan, prinsip feng shui klasik yang dahulu digunakan dalam sistem kerajaan dapat diterjemahkan secara relevan untuk kehidupan personal maupun strategi bisnis masa kini. Sebagai pelopor Imperial Feng Shui modern di Indonesia yang mengusung filosofi "Rahasia Para Kaisar", Anggara Treasures menghadirkan pendekatan yang rasional dan terstruktur, sehingga feng shui tidak lagi dipandang sebagai kepercayaan semata.
"Imperial Feng Shui bukan mitos. Ini adalah sistem strategis yang dahulu digunakan para kaisar untuk menjaga stabilitas kekuasaan, kesehatan, dan kemakmuran. Prinsip yang sama masih relevan hingga hari ini jika dipahami dengan benar," kata Rezza Anggara dalam perayaan ulang tahun ke-2 Anggara Treasures di Jakarta pada Sabtu (7/2/2026).
Rezza Anggara mengatakan, dua tahun perjalanan ini bukan hanya tentang pertumbuhan bisnis, tetapi juga tentang konsistensi dalam membangun literasi publik terhadap feng shui berbasis sistem dan logika energi.
Pendekatan utama yang diperkenalkan adalah reharmonisasi tanpa renovasi, yaitu optimalisasi energi tata ruang tanpa perlu perubahan struktural besar yang mahal dan memakan waktu. Konsep ini menjadi solusi praktis bagi masyarakat modern yang menginginkan keseimbangan hidup, produktivitas, dan keberlanjutan tanpa harus melakukan renovasi fisik secara ekstrem.
Dalam seremoni yang dihadiri oleh klien, praktisi, serta komunitas yang memiliki ketertarikan pada Feng shui, BaZi, dan pengembangan diri berbasis energi, juga diluncurkan berbagai inovasi baru, baik dari sisi edukasi, publikasi, maupun transformasi digital.
(abd)
Lihat Juga :