Status Gunung Lewotobi Laki-laki Naik ke Level Awas
Jum'at, 02 Januari 2026 - 07:13 WIB
"Berdasarkan analisis visual dan instrumental, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki tergolong masih tinggi. Oleh karena itu, tingkat aktivitasnya dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas)," ujar Lana dalam keterangannya, dikutip Jumat (2/1/2026).
Badan Geologi mencatat, selama periode 23–31 Desember 2025 terjadi berbagai jenis gempa, antara lain satu kali gempa guguran, 11 kali gempa hembusan, empat kali gempa harmonik, 204 kali tremor non-harmonik, lima kali gempa frekuensi rendah, 115 kali gempa vulkanik dalam, 15 kali gempa tektonik lokal, serta 53 kali gempa tektonik jauh. Erupsi terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA.
Selain peningkatan kegempaan, data deformasi turut menunjukkan perubahan signifikan. Pengukuran menggunakan tiltmeter memperlihatkan pola inflasi yang cepat, menandakan adanya pergerakan magma yang memengaruhi tubuh gunung api.
Sementara itu, data dari Global Navigation Satellite System (GNSS) mulai menunjukkan pola inflasi pada komponen vertikal selama satu minggu terakhir, namun dalam tiga hari terakhir terpantau mengalami kenaikan. "Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan magma dari kedalaman dalam ke arah dangkal masih berlangsung ke arah permukaan," jelas Lana.
Seiring kenaikan status tersebut, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi bahwa masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi, serta 7 km sektoral pada arah barat laut-timur laut, serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.
Badan Geologi mencatat, selama periode 23–31 Desember 2025 terjadi berbagai jenis gempa, antara lain satu kali gempa guguran, 11 kali gempa hembusan, empat kali gempa harmonik, 204 kali tremor non-harmonik, lima kali gempa frekuensi rendah, 115 kali gempa vulkanik dalam, 15 kali gempa tektonik lokal, serta 53 kali gempa tektonik jauh. Erupsi terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA.
Selain peningkatan kegempaan, data deformasi turut menunjukkan perubahan signifikan. Pengukuran menggunakan tiltmeter memperlihatkan pola inflasi yang cepat, menandakan adanya pergerakan magma yang memengaruhi tubuh gunung api.
Sementara itu, data dari Global Navigation Satellite System (GNSS) mulai menunjukkan pola inflasi pada komponen vertikal selama satu minggu terakhir, namun dalam tiga hari terakhir terpantau mengalami kenaikan. "Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan magma dari kedalaman dalam ke arah dangkal masih berlangsung ke arah permukaan," jelas Lana.
Seiring kenaikan status tersebut, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi bahwa masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 6 km dari pusat erupsi, serta 7 km sektoral pada arah barat laut-timur laut, serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.
Lihat Juga :