Pengakuan Trump : Ingin Bunuh Presiden Suriah, Bashar al-Assad

Rabu, 16 September 2020 - 09:43 WIB
Wawancara Trump dengan Fox News terjadi dua tahun setelah Trump menepis tuduhan bahwa dia mendukung pembunuhan terhadap Assad. Saat itu dia bahkan mengklaim tidak pernah mempertimbangkan pembunuhan terhadap presiden Suriah .

"Tidak semuanya. Tidak, buku itu fiksi. Saya mendengar di suatu tempat di mana mereka mengatakan pembunuhan Presiden Assad oleh Amerika Serikat. Buku ini adalah fiksi total, sama seperti yang dia tulis di masa lalu tentang presiden lainnya," kata Trump dalam briefing Gedung Putih pada September 2018. Dia merujuk pada buku karya reporter veteran Amerika , Bob Woodward, yang berjudul "Fear: Trump in the White House" dan dirilis awal tahun 2018.

Buku itu, secara khusus, mengklaim bahwa Trump telah memerintahkan Pentagon untuk mengatur pembunuhan terhadap Assad setelah serangan senjata kimia di provinsi Idlib, Suriah , pada 4 April 2017 yang menewaskan sekitar 80 warga sipil dan melukai 200 lainnya. Baca Juga : Intelijen Sebut Iran Berencana Bunuh Dubes AS untuk Afrika Selatan

Oposisi Suriah dan sejumlah negara Barat menuduh pasukan pemerintah Assad yang melakukan serangan itu, namun Damaskus membantahnya. Assad menekankan bahwa pemerintahnya tidak pernah menggunakan senjata pemusnah massal, termasuk senjata kimia, terhadap rakyat Suriah .

Serangan senjata kimia di Idlib itulah yang digunakan sebagai dalih untuk serangan rudal AS terhadap Pangkalan Udara Ash Sha'irat, Suriah , pada 6 April 2017. Trump menggambarkan serangan itu sebagai tanggapan atas insiden Idlib. Sedangkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengecam serangan itu sebagai pelanggaran hukum internasional. Baca Lagi : China Minta AS Berhenti Ikut Campur Urusan Negaranya
(sri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!