Tingkatkan Kualitas Hidup Anak Desa Parungmulya lewat Program Makanan Tambahan
Sabtu, 13 Desember 2025 - 08:47 WIB
PERURI, bersama dengan aparat desa, perguruan tinggi (Universitas Singaperbangsa Karawang), serta instansi pemerintah daerah seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan BKKBN, berupaya mencegah pertumbuhan yang tidak sehat pada balita melalui serangkaian program. Program ini mencakup sosialisasi dan studi pendahuluan, skrining status kesehatan dan penyediaan obat, pengembangan serta pelatihan menu makanan, konseling gizi, intervensi, monitoring dan evaluasi, serta diseminasi informasi.
Sebanyak 29 balita menerima manfaat dari Program Pemberian Kudapan Tinggi Protein ini. Mayoritas balita tersebut berasal dari keluarga dengan ayah yang bekerja sebagai buruh, sopir, ojek, atau pembantu, dan ibu yang berstatus ibu rumah tangga. Sebagian besar orangtua mereka hanya menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMP dan SMA.
Dawam H, selaku Penanggung Jawab Strategic Corporate Branding dan TJSL PERURI, menyampaikan “Makanan yang didistribusikan dalam program ini bukan sekadar kudapan, melainkan intervensi gizi yang telah diukur secara presisi bersama tenaga ahli dari UNSIKA. Oleh karena itu, kami memohon komitmen penuh dari para orang tua agar bantuan ini terserap maksimal oleh tubuh balita, sehingga dampak peningkatan gizinya dapat terlihat nyata,” ujar Dawam.
Dengan memberikan edukasi dan dukungan yang tepat serta penyediaan akses terhadap makanan bergizi, program ini diharapkan dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam upaya menanggulangi stunting di Desa Parangmulya, menciptakan generasi yang lebih sehat dan kuat di masa depan. Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada komitmen jangka panjang dan dukungan kolaboratif, yang akan memastikan penurunan prevalensi stunting yang optimal serta memberikan masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.
Sebanyak 29 balita menerima manfaat dari Program Pemberian Kudapan Tinggi Protein ini. Mayoritas balita tersebut berasal dari keluarga dengan ayah yang bekerja sebagai buruh, sopir, ojek, atau pembantu, dan ibu yang berstatus ibu rumah tangga. Sebagian besar orangtua mereka hanya menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMP dan SMA.
Dawam H, selaku Penanggung Jawab Strategic Corporate Branding dan TJSL PERURI, menyampaikan “Makanan yang didistribusikan dalam program ini bukan sekadar kudapan, melainkan intervensi gizi yang telah diukur secara presisi bersama tenaga ahli dari UNSIKA. Oleh karena itu, kami memohon komitmen penuh dari para orang tua agar bantuan ini terserap maksimal oleh tubuh balita, sehingga dampak peningkatan gizinya dapat terlihat nyata,” ujar Dawam.
Dengan memberikan edukasi dan dukungan yang tepat serta penyediaan akses terhadap makanan bergizi, program ini diharapkan dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam upaya menanggulangi stunting di Desa Parangmulya, menciptakan generasi yang lebih sehat dan kuat di masa depan. Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada komitmen jangka panjang dan dukungan kolaboratif, yang akan memastikan penurunan prevalensi stunting yang optimal serta memberikan masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.
(unt)
Lihat Juga :