Pesan Mantan Dedengkot Tawuran di Jaktim untuk Pelajar: Sampai Kapan Mau Begini Terus?

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:03 WIB
Menurut dia, kondisi saat ini justru lebih mengkhawatirkan. Media sosial menjadi pemicu utama provokasi, ajang pembuktian diri, dan glamorisasi kekerasan. “Tawuran itu nggak ada untungnya. Paling mentok ya cuma jadi karyawan kasar. Hidup setelah sekolah jauh lebih besar dari sekadar gengsi di jalanan,” ungkapnya.

Kemudahan akses terhadap konten kekerasan dan senjata tajam membuat tren tawuran semakin berbahaya. Provokator, komentar warganet, hingga ajakan di media sosial mempercepat mobilisasi tawuran.

Rico berpesan keras kepada para pelajar yakni tinggalkan tawuran sebelum terlambat. “Kalau belum terjerumus, pertahankan. Cari kegiatan positif, gabung komunitas olahraga atau akademik. Kalau sudah terlibat, berhenti sekarang. Tawuran cuma nambah rasa takut, luka, dan masalah. Apa yang dilakukan hari ini pasti ada balasannya nanti,” ujarnya.

Dengan pengalaman kelam dan keberaniannya untuk berubah, Rico kini berdiri sebagai suara hati bagi generasi muda mengajak mereka memilih masa depan yang lebih cerah, bukan hidup sia-sia demi gengsi dan kekerasan.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!