LAN Luncurkan Akademi Pengentasan Kemiskinan untuk Atasi Penduduk Miskin di Indramayu

Rabu, 15 Oktober 2025 - 15:43 WIB
“Kemiskinan adalah hal yang multi dimensi mencakup aspek ekonomi, sosial maupun budaya sehingga pemerintah harus berkolaborasi dengan sektor swasta dalam mengentaskan kemiskinan. Dalam aspek pengentasan kemiskinan karena merupakan prioritas nasional, maka harus banyak instansi yang bergerak bersama-sama untuk ikut mengentaskan kemiskinan, jadi tidak hanya jadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga tanggung jawab non pemerintah,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).

Baca juga: Bupati Indramayu Dorong Kolaborasi Pusat dan Daerah Maksimalkan Program MBG

Taufiq menambahkan yang harus dirubah dalam mengentaskan kemiskinan adalah perubahan mindset masyarakat, perubahan pola pikir masyarakat harus dirubah agar tidak semata-mata menerima hanya bansos tetapi masyarakat dibekali keterampilan agar dapat sejahtera secara berkelanjutan.

“Dengan adanya Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru, diharapkan ASN belajar secara berkelanjutan agar relevan dengan kebutuhan organisasi dan juga mencari solusi dengan belajar dengan masyarakat penerima manfaat untuk merumuskan masalah dan mencari solusi masyarakat miskin agar sejahtera secara berkelanjutan.” Imbuhnya.

Filosofi dari program ini merupakan suatu program rintisan di mana penerima manfaat nantinya menjadi aktor untuk mengentaskan kemiskinan, untuk seterusnya. Akademi pengentasan kemiskinan juga dimaksudkan untuk mengembangkan ekosistem pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

Secara nasional ekosistem pengentasan kemiskinan dapat dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dan BP Taskin untuk penyelarasan dengan program prioritas nasional dan dalam wilayah provinsi dapat dikoordinasikan oleh BPSDM bersama dengan perangkat daerah terkait yang diselaraskan dengan program prioritas daerah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!