Kemenhub Tekankan Pentingnya Kebutuhan Dasar Terminal Purabaya dan UPPKB Trosobo
Kamis, 28 Agustus 2025 - 20:20 WIB
Usai meninjau terminal, mantan Kakorlantas Polri ini melanjutkan ke UPPKB Trosobo, salah satu jembatan timbang strategis di Kabupaten Sidoarjo. Keberadaan jembatan timbang sangat penting, terutama dalam mengendalikan kendaraan dengan muatan berlebih maupun dimensi berlebih. "UPPKB adalah pintu masuk pengawasan sekaligus penindakan,” tegasnya.
Dia mengatakan, saat ini UPPKB Trosobo telah memiliki sistem otomatisasi, namun baru sebatas pelaporan ke pusat. “Belum ada otomatisasi dalam proses penegakan hukumnya. Kami berharap dalam waktu dekat sistem terintegrasi dengan kepolisian dan Blu-e dapat dikembangkan, sehingga penindakan bisa dilakukan secara otomatis,” jelasnya. Baca juga: Polri dan Kemenhub Berkolaborasi Bentuk Satgas Keselamatan Lalu Lintas
Digitalisasi, menurut Aan, sangat penting untuk meminimalisasi potensi praktik pungutan liar (pungli). “Interaksi langsung antara petugas dan pengemudi seringkali membuka peluang pungli. Dengan digitalisasi, interaksi ini dapat diminimalkan, sehingga pengawasan lebih objektif, transparan, dan akuntabel,” tandasnya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Ditjen Perhubungan Darat mendorong peningkatan layanan publik sekaligus transformasi digital transportasi darat. Dari perbaikan sanitasi dan kebersihan terminal hingga otomatisasi jembatan timbang, langkah-langkah ini diarahkan untuk mewujudkan transportasi darat yang modern, transparan, dan bebas pungli, sekaligus mendukung implementasi penuh kebijakan bebas Over Dimention dan Over Loading (ODOL).
Dia mengatakan, saat ini UPPKB Trosobo telah memiliki sistem otomatisasi, namun baru sebatas pelaporan ke pusat. “Belum ada otomatisasi dalam proses penegakan hukumnya. Kami berharap dalam waktu dekat sistem terintegrasi dengan kepolisian dan Blu-e dapat dikembangkan, sehingga penindakan bisa dilakukan secara otomatis,” jelasnya. Baca juga: Polri dan Kemenhub Berkolaborasi Bentuk Satgas Keselamatan Lalu Lintas
Digitalisasi, menurut Aan, sangat penting untuk meminimalisasi potensi praktik pungutan liar (pungli). “Interaksi langsung antara petugas dan pengemudi seringkali membuka peluang pungli. Dengan digitalisasi, interaksi ini dapat diminimalkan, sehingga pengawasan lebih objektif, transparan, dan akuntabel,” tandasnya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Ditjen Perhubungan Darat mendorong peningkatan layanan publik sekaligus transformasi digital transportasi darat. Dari perbaikan sanitasi dan kebersihan terminal hingga otomatisasi jembatan timbang, langkah-langkah ini diarahkan untuk mewujudkan transportasi darat yang modern, transparan, dan bebas pungli, sekaligus mendukung implementasi penuh kebijakan bebas Over Dimention dan Over Loading (ODOL).
(poe)
Lihat Juga :