Ada Demo Buruh, Pengguna Jalan Diminta Hindari Kawasan Gedung DPR
Kamis, 28 Agustus 2025 - 08:58 WIB
Pengamanan Gedung MPR, DPR, dan DPD RI. Foto/Dok SindoNews
JAKARTA - Massa buruh akan menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat hari ini. Masyarakat pun diminta untuk menghindari kawasan Gedung DPR .
Dalam unggahan akun TMC Polda Metro Jaya, disampaikan aksi penyampaian pendapat tersebut dimulai sejak pukul 08.00 WIB.
"Dikarenakan ada kegiatan aksi penyampaian pendapat oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), diimbau untuk gunakan jalur alternatif," tulis TMC Polda Metro yang dilihat Kamis (28/8/2025).
Baca Juga: KRL Rangkasbitung Hanya Sampai Kebayoran jika Jalur Tanah Abang-Palmerah Tidak Kondusif Akibat Demo 28 Agustus
Polisi mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan DPR supaya terhindari dari kemacetan yang panjang. "Diimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk menghindari area sekitar gedung DPR/MPR RI. Patuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan ketertiban bersama," jelasnya.
Sebelumnya, polisi menyebutkan penerapan rekayasa lalu lintas bersifat situasional. "Rekayasa arus lalu lintas sifatnya situasional. Kalaupun jumlah massanya banyak, yang mengharuskan menggunakan kapasitas ruas jalan, maka kami akan melakukan pengalihan," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin kepada wartawan, dikutip Kamis (28/8/2025).
Dalam unggahan akun TMC Polda Metro Jaya, disampaikan aksi penyampaian pendapat tersebut dimulai sejak pukul 08.00 WIB.
"Dikarenakan ada kegiatan aksi penyampaian pendapat oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), diimbau untuk gunakan jalur alternatif," tulis TMC Polda Metro yang dilihat Kamis (28/8/2025).
Baca Juga: KRL Rangkasbitung Hanya Sampai Kebayoran jika Jalur Tanah Abang-Palmerah Tidak Kondusif Akibat Demo 28 Agustus
Polisi mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan DPR supaya terhindari dari kemacetan yang panjang. "Diimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk menghindari area sekitar gedung DPR/MPR RI. Patuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan ketertiban bersama," jelasnya.
Sebelumnya, polisi menyebutkan penerapan rekayasa lalu lintas bersifat situasional. "Rekayasa arus lalu lintas sifatnya situasional. Kalaupun jumlah massanya banyak, yang mengharuskan menggunakan kapasitas ruas jalan, maka kami akan melakukan pengalihan," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin kepada wartawan, dikutip Kamis (28/8/2025).
Lihat Juga :