Tinjau Pembangunan Bank Pohon di Rumbai, Kapolda Riau Ciptakan Gerakan Hijau
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 14:49 WIB
Bank Pohon akan menyediakan bibit berbagai jenis pohon, mulai dari trembesi, ketapang kencana, bungur, tabebuya, pucuk merah, mahoni hingga mangrove di kawasan yang sesuai.
Setiap bibit yang disalurkan akan didata secara digital dan dilengkapi QR code yang mencatat jenis tanaman, lokasi penanaman, serta pihak pengampu perawatannya. Skema ini dipersiapkan agar program penghijauan lebih terukur dan transparan.
Menariknya, Kapolda juga mengumumkan adanya program pelatihan menanam jagung yang akan diikuti seluruh Kapolsek di jajaran Polda Riau. Langkah ini diambil setelah evaluasi panen jagung beberapa waktu lalu menunjukkan kualitas hasil yang belum maksimal.
"Kami akan membuat pelatihan menanam jagung kepada seluruh Kapolsek. Karena hasil panen jagung sebelumnya belum maksimal, dan itu karena tidak di-treatment dengan baik. Selama ini hanya asal menanam tanpa pupuk yang tepat dan perawatan yang benar. Maka sekarang kami perbaiki,” ucapnya.
Herry menambahkan pelatihan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, memperbaiki kualitas budidaya agar panen jagung bisa lebih baik dan bernilai jual. Kedua, menjadi sarana pembinaan bagi anggota yang tengah menjalani pemutihan dari Propam, sehingga mereka bisa diberdayakan melalui kegiatan produktif.
Setiap bibit yang disalurkan akan didata secara digital dan dilengkapi QR code yang mencatat jenis tanaman, lokasi penanaman, serta pihak pengampu perawatannya. Skema ini dipersiapkan agar program penghijauan lebih terukur dan transparan.
Menariknya, Kapolda juga mengumumkan adanya program pelatihan menanam jagung yang akan diikuti seluruh Kapolsek di jajaran Polda Riau. Langkah ini diambil setelah evaluasi panen jagung beberapa waktu lalu menunjukkan kualitas hasil yang belum maksimal.
"Kami akan membuat pelatihan menanam jagung kepada seluruh Kapolsek. Karena hasil panen jagung sebelumnya belum maksimal, dan itu karena tidak di-treatment dengan baik. Selama ini hanya asal menanam tanpa pupuk yang tepat dan perawatan yang benar. Maka sekarang kami perbaiki,” ucapnya.
Herry menambahkan pelatihan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, memperbaiki kualitas budidaya agar panen jagung bisa lebih baik dan bernilai jual. Kedua, menjadi sarana pembinaan bagi anggota yang tengah menjalani pemutihan dari Propam, sehingga mereka bisa diberdayakan melalui kegiatan produktif.
Lihat Juga :