Cerita Danau Buatan yang Mengelilingi Megahnya Istana Baru Kerajaan Mataram

Rabu, 13 Agustus 2025 - 06:26 WIB
Kerajaan Mataram di masa Sultan Amangkurat I membuat bangunan istana baru nan megah. Foto/SindoNews
SEMARANG - Kerajaan Mataram di masa Sultan Amangkurat I membuat bangunan istana baru nan megah. Bahkan istana baru itu dibangun layaknya pulau buatan, karena ada danau buatan di sekelilingnya. Daratan di tengah danau itu menyerupai pulau buatan, sehingga membuat sang sultan seolah terasingkan.

Namun itulah konsep dan desain istana negara Mataram yang megah sesuai keinginan sang penguasa Mataram Islam itu. Desain istana itu konon diketahui oleh utusan Belanda bernama Abraham Verspeet yang datang ke istana Mataram, pada 16 Oktober 1668.



Sang utusan Belanda itu harus melalui jembatan panjang yang mengelilingi istana. Setelah itu konon ia baru tiba di tanah lapang, menyerupai alun-alun. Proyek pembuatan istana baru inilah tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, seperti halnya pembuatan istana negara baru di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca juga: Kisah Raja Mataram Amangkurat I Hukum Pejabat Tinggi yang Tidak Ikut Kerja Pembangunan Ibu Kota dan Istana Baru

Proyek itu dimulai dengan pembuatan bendungan di aliran Kali Opak atau Sungai Opak. Pembendungan ini lantas memunculkan suatu danau buatan, dikutip dari buku "Disintegrasi Mataram : Di bawah Mangkurat I", dari H.J. De Graaf.

Kemudian untuk kepentingan pembangunan keraton, dibuatlah sebuah bendunga, yang tidak hanya untuk mengendalikan air danau melainkan juga berfungsi melindungi keraton di sebelah selatan dan timur dari banjir. Pada tahun 1659 danau itu diperluas, dengan sebagian dari sebelah timur alun-alun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!